JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi pertama perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, dengan penguatan tipis. Indeks tercatat naik 2,1 poin atau 0,03% ke level 6.038,98, setelah sempat mengalami fluktuasi dan bergerak di rentang 6.019 hingga 6.085.
Di tengah pergerakan IHSG yang cenderung bervariasi, sebanyak enam saham berhasil menembus batas kenaikan tertinggi otomatis atau auto rejection atas (ARA). Saham-saham ini menjadi daftar top gainers, salah satunya adalah BLTZ.
Data Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan bahwa pada sesi I, total 21,08 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,08 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 977.981 kali.
Secara keseluruhan, 426 saham mengalami kenaikan harga, sementara 221 saham diperdagangkan menurun, dan 144 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 turut mencatat penguatan sebesar 0,14%.
Sektor barang konsumsi non primer memimpin penguatan pada sesi I, melonjak 1,06%. Posisi kedua ditempati oleh sektor properti yang naik 0,97%, diikuti sektor transportasi 0,71%, sektor perindustrian 0,38%, dan sektor barang baku 0,37%.
Sementara itu, sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,34%, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 0,21%, dan sektor keuangan yang terkoreksi 0,1%.
Pergerakan indeks saham Asia pada sesi I mayoritas menunjukkan tren positif. Nikkei Jepang melonjak 2,03% dan Straits Times Singapura naik tipis 0,06%. Namun, Hang Seng Hong Kong melemah 0,08%, sementara bursa Shanghai Tiongkok libur.
Saham dengan Kenaikan Tertinggi Otomatis (ARA)
Enam saham berhasil mencatatkan kenaikan harga hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada sesi I perdagangan hari ini. Kenaikan harga saham-saham ini berkisar antara 24% hingga 35%.
Saham-saham yang mencapai ARA antara lain PT Anugrah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) yang melonjak 35% ke level Rp 54, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang melesat 25% ke Rp 4.500, dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang melejit 24,91% ke Rp 1.655.
Selanjutnya, PT Pembangunan Graha Lestari Tbk (PGLI) naik 24,81% menjadi Rp 332, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 24,75% ke Rp 630, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melonjak 24,73% ke Rp 5.700.
Di sisi lain, saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) tercatat sebagai saham dengan pelemahan terdalam hingga menyentuh batas auto rejection bawah dan masuk dalam daftar top losers. Harga saham ALKA anjlok 14,72% ke Rp 139.