Identifikasi Korban Kapal Virgo Bergantung pada Data DNA

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kini mengandalkan data pembanding DNA untuk mengidentifikasi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti menyatakan bahwa jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali, sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA.

Menurut Sumy, jasad dapat teridentifikasi jika ada minimal satu metode primer yang cocok, seperti sidik jari, DNA, atau catatan gigi. Jika berdasarkan metode sekunder yang cocok, seperti ciri medis dan properti, diperlukan minimal dua data pembanding. “Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta,” jelas Sumy.

Sumy memohon pihak keluarga untuk bersabar dan memastikan tim DVI telah bekerja keras mempercepat proses identifikasi setiap jasad korban yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Hingga kini, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 63 jenazah dari 80 jenazah yang diterima. Sementara itu, 17 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, termasuk pengiriman sampel DNA ke Jakarta.

Pertahankan Kekuatan Personel DVI

Polda Kalimantan Selatan memastikan akan mempertahankan kekuatan personel tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin seiring kelanjutan operasi SAR Kapal Virgo Transport 8 yang telah diputuskan Basarnas. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan, tim DVI tetap bersiaga melakukan identifikasi setiap jasad korban yang ditemukan.

Saat ini, tim DVI Polda Kalsel, di bawah komando Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan, juga diperkuat personel dari DVI Polda Kalimantan Tengah dan DVI Polda Jawa Tengah, serta Pusdokkes Polri. Dukungan juga datang dari tenaga medis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan para ahli Spesialis Odontologi Forensik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI).

Tim DVI masih mengidentifikasi 17 jenazah. Sebagian sampel DNA telah dikirim ke Laboratorium DNA di Pusdokkes Polri di Jakarta. “Jenazah yang sulit teridentifikasi ini memerlukan pencocokan sampel DNA dengan keluarga yang telah dikumpulkan,” jelasnya. Hingga kini, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 63 jenazah dari total 80 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Basarnas melaporkan sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya belum ditemukan dari total 243 penumpang dan awak Kapal Virgo.

Tinggalkan komentar