BNI Perkuat Komitmen Lestarikan Batik, Dukung Perajin dan UMKM

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan batik, warisan budaya tak benda Indonesia. Komitmen ini diperkuat dengan pemanfaatan batik di lingkungan kerja serta dukungan berkelanjutan terhadap perajin dan pelaku usaha batik di berbagai daerah, terutama bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Di internal BNI, batik telah menjadi seragam kerja yang wajib dikenakan oleh pegawai dua kali dalam sepekan. Kebijakan ini merupakan salah satu wujud konsistensi perseroan dalam menjaga kedekatan dengan warisan budaya bangsa, sekaligus mengintegrasikan batik ke dalam aktivitas profesional sehari-hari.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa batik tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga merupakan sektor ekonomi penting yang menghidupi banyak perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya,” jelas Okki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2026).

BNI mewujudkan komitmen pelestarian ini melalui berbagai bentuk dukungan nyata. Mulai dari partisipasi dalam kegiatan budaya hingga program pemberdayaan pelaku usaha, BNI berupaya membuka lebih banyak ruang agar produk batik dan kriya Indonesia dapat semakin dikenal luas dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

Salah satu bentuk dukungan yang telah dilaksanakan adalah partisipasi BNI dalam acara Puspa Nuswantara 2026 pada bulan Juli lalu di Jakarta. Melalui kegiatan ini, BNI menghadirkan UMKM binaannya untuk memamerkan dan memperluas eksposur produk batik serta kriya unggulan dari berbagai daerah.

Selain itu, BNI juga aktif mendukung peningkatan kapasitas para perajin batik. Dukungan ini mencakup pemberian pelatihan, pendampingan, pengembangan produk inovatif, hingga penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing produk mereka di pasar.

“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” tambah Okki.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus mendukung penguatan sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang berkembang pesat di berbagai daerah. Dukungan ini sejalan dengan upaya memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong produk budaya Indonesia agar memiliki daya saing yang semakin baik di kancah nasional maupun internasional.

Dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara yang mengiringi perjalanan delapan dekade BNI, perseroan akan terus berupaya mendukung pelestarian batik melalui langkah-langkah strategis. Langkah ini tidak hanya berfokus pada penjagaan nilai-nilai budaya batik, tetapi juga pada penguatan keberlanjutan usaha bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Melalui momentum Hari Batik Nasional, BNI berharap semakin banyak pelaku usaha batik yang mampu berkembang, berinovasi, dan memperluas jangkauan pasar mereka, dari tingkat lokal hingga merambah pasar nasional dan global.

Tinggalkan komentar