Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap gandum impor yang mencapai 13 juta ton per tahun. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pangan lokal seperti kimpul, ubi, dan singkong sebagai sumber karbohidrat utama guna mengurangi risiko tersebut.
“Bahaya sekali kalau kita makan yang tidak bisa kita produksi,” ujar Zulhas dalam program podcast detikcom yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Fajar Pratama. Ia membandingkan Indonesia dengan negara Amerika Latin beriklim tropis serupa, seperti Kolombia dan Nikaragua, yang dinilai lebih berhasil menekan impor dengan mengolah tepung singkong menjadi roti konsumsi harian.
Dalam kesempatan itu, Zulhas secara khusus memberikan apresiasi kepada seorang ibu dari Bantul yang berinovasi mengolah kimpul atau talas menjadi sajian kekinian yang viral di media sosial. Ia berencana memanggil ibu tersebut ke Jakarta untuk berdiskusi mengenai dukungan pengembangan usahanya.
“Tim saya akan mencari dan mengundang beliau ke kantor untuk berdiskusi bagaimana kita bisa mendukung usahanya agar lebih berkembang,” jelasnya. Menurut Zulhas, penyajian modern sangat krusial untuk menarik minat generasi muda yang kreatif dan peduli gaya hidup sehat terhadap pangan lokal. Momentum ini dinilai tepat untuk meningkatkan pamor ubi-ubian dan talas.
Selain karbohidrat alternatif, Zulhas juga menyoroti konsumsi beras nasional yang hampir mencapai 100 kilogram per kapita per tahun. Ia prihatin tingginya porsi nasi tidak diimbangi asupan protein yang memadai bagi anak-anak, yang diyakini berdampak pada postur tubuh masyarakat Indonesia. Rata-rata tinggi badan warga Indonesia saat ini masih tertahan di angka 165 sentimeter, tertinggal jauh dari negara Asia lain seperti Tiongkok dan Korea Selatan.
Untuk mengatasi ketimpangan gizi ini, pemerintah akan menyiapkan langkah strategis di tingkat desa. “Oleh karena itu, pemerintah nanti akan mencoba membangun program tematik di 40.000 desa untuk meningkatkan produksi ikan,” pungkas Zulhas.