Ukraina Ancang-ancang Serang Kilang Minyak Rusia, Perang Makin Memanas

Perang Rusia-Ukraina kembali memanas dengan kedua pihak meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi. Ukraina mengancam memperluas serangan ke kilang minyak Rusia, sementara Moskow berjanji melanjutkan serangan balasan terhadap Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, Kyiv akan merespons serangan Rusia terhadap fasilitas energi dengan menargetkan infrastruktur energi Rusia, terutama kilang minyak yang menjadi sumber pendapatan untuk membiayai perang.

“Kami harus merespons dengan cara apa pun yang kami bisa. Dengan serangan mereka terhadap energi kami, kami harus merespons energi mereka. Pertama-tama, kilang minyak dan lainnya yang memberikan mereka uang untuk perang,” kata Zelenskiy dikutip dari Reuters, Minggu (4/10/2026).

Ancaman tersebut muncul setelah Rusia meningkatkan serangan udara terhadap Kyiv dalam sepekan terakhir. Serangan menyasar fasilitas energi dan telekomunikasi, jalan, jalur kereta api, serta jembatan di Sungai Dnipro.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow akan terus melakukan serangan balasan yang disebutnya terarah terhadap fasilitas militer di Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya. Rusia juga memperingatkan warga asing dan diplomat untuk meninggalkan ibu kota Ukraina.

“Pasukan bersenjata Federasi Rusia terus secara sistematis melakukan serangan terarah terhadap fasilitas militer di Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan.

Kedua negara membantah sengaja menargetkan warga sipil.

Ancaman Musim Dingin

Eskalasi terjadi menjelang musim dingin ketika Ukraina menghadapi ancaman serangan besar terhadap infrastruktur listrik dan air. Pejabat Ukraina mengatakan Rusia telah menimbun ratusan rudal balistik untuk menghadapi musim dingin.

Ukraina juga menghadapi serangan drone Shahed yang semakin intensif. Kyiv mengandalkan jet tempur F-16 dan MiG untuk menghadang sekitar 60% drone tersebut, tetapi persediaan amunisi 20 mm mulai menipis.

Di sisi lain, Ukraina mengklaim serangan balasan berkode ‘Vivaldi’ telah merebut kembali sekitar 140 kilometer persegi wilayah Donbas.

Meningkatnya serangan terhadap fasilitas energi berpotensi menambah tekanan pada pasar energi global. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Ukraina menahan serangan terhadap instalasi minyak Rusia karena aksi tersebut turut mendorong kenaikan harga diesel global.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang masih belum menunjukkan perkembangan berarti. AS tengah mendorong dimulainya kembali pembicaraan Rusia-Ukraina, tetapi belum ada kepastian mengenai waktu dan lokasi perundingan.

Tinggalkan komentar