JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi menutup Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga (K/L) Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Acara penutupan berlangsung di Taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 2.241 peserta ini, terdiri dari 1.480 laki-laki dan 761 perempuan dari berbagai K/L, merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang pertahanan negara. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan dasar kemiliteran, sekaligus ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan wawasan kebangsaan.
“Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini, Selasa, tanggal 29 September 2026, pukul 08.13 Waktu Indonesia bagian Barat, Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan ASN dan Kementerian/Lembaga, gelombang kedua tahun anggaran 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Tito saat menutup acara.
Tito menjelaskan bahwa ketahanan negara membutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Ia menguraikan tiga unsur penting bagi negara yang mampu bertahan lebih dari 200 tahun. Pertama, militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman luar. Kedua, koordinasi intelijen yang solid untuk menjaga keamanan dan stabilitas dalam negeri. Ketiga, ASN yang efektif dan efisien dalam menjalankan roda pemerintahan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pertahanan negara tidak hanya bergantung pada bidang kemiliteran dan keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai sektor lain seperti kesehatan, teknologi, siber, pangan, energi, informasi, dan ekonomi. “Pertahanan negara membutuhkan dukungan kapasitas nasional yang luas, bukan hanya di bidang kemiliteran, di bidang keamanan, tapi juga di bidang kesehatan, teknologi, cyber, pangan, energi, informasi, ekonomi,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Tito menyatakan bahwa pembinaan melalui Latsarmil diarahkan untuk memperkuat profesionalitas dan kapasitas ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pembinaan ini mencakup aspek fisik dan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta keterampilan dasar kemiliteran.
Dalam amanatnya, Tito menyoroti pentingnya menjaga kebugaran fisik melalui pola hidup sehat. Ia mengutip pengalamannya dari sebuah konferensi di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa sebagian besar polisi di sana meninggal bukan karena kekerasan, melainkan akibat penyakit jantung dan stroke. “Penyebabnya ada tiga, yang pertama adalah makanan yang kurang sehat, yang kedua adalah merokok, dan yang ketiga adalah lack of mobility, kurang bergerak, sehingga pembinaan fisik dilakukan, harusnya terus dilanjutkan,” tambahnya.
Tito juga menekankan pembentukan karakter aparatur yang disiplin, mampu bekerja di bawah tekanan, memahami pentingnya koordinasi, serta bertindak berdasarkan hukum. Nilai-nilai seperti disiplin, loyalitas, ketepatan waktu, dan kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari keseharian ASN.
Oleh karena itu, Tito meminta para peserta memandang latihan yang telah dijalani sebagai investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter bela negara sekaligus profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan. Penguatan karakter dan kapasitas ini harus tetap berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas utama peserta sebagai ASN di instansi masing-masing.
“Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama, komponen cadangan hanya dilaksanakan sebuah mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, Tito berpesan agar para peserta mempertahankan kesiapan dan kemampuan fisik yang telah dibangun selama pelatihan. Ia mendorong peserta untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga kedisiplinan dan ketepatan waktu, memegang teguh loyalitas kepada negara, serta menjadi penggerak di lingkungan kerja masing-masing. “Akhirnya sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah mengikuti latihan dengan sukses dan tetap sehat. Banyak hal yang bisa diambil, dan juga atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat acara pelatihan berjalan lancar,” pungkasnya.
Acara penutupan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta para peserta Latsarmil Komcad Gelombang II Tahun 2026.