JAKARTA – Sebanyak 1.800 tas yang terbuat dari kain tenun Baduy berwarna alam, hasil pembinaan Bakti BCA, diperkenalkan dalam ajang BCA Wealth Summit 2026. Produk ini diproduksi bekerja sama dengan teman-teman disabilitas dan dibagikan sebagai suvenir bagi nasabah yang hadir secara luring pada 16-17 September 2026.
Kehadiran tas tenun Baduy ini menjadi upaya untuk mengenalkan wastra pewarna alami kepada pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat konsumen terhadap produk fesyen yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menyatakan bahwa partisipasi produk binaan Bakti BCA di BCA Wealth Summit 2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung ekosistem tenun di Indonesia.
“Kami berharap kehadiran produk wastra warna alam binaan Bakti BCA di acara BCA Wealth Summit 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk tenun dengan pewarna alami ke khalayak yang lebih luas,” ujar Hera dalam keterangan pers, Sabtu (3/10/2026).
Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA telah dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk Sumatra Utara, Baduy, Timor Tengah Selatan, dan Sumba Timur. Kain tenun Baduy yang digunakan untuk tas ini dibuat secara manual menggunakan alat tenun tradisional gedogan.
Motif garis-garis kotak atau corak geometris pada kain tenun Baduy memiliki makna filosofis yang mendalam, berkaitan dengan kerukunan, kebersamaan, dan keselarasan hidup masyarakat adat Baduy.
Hera menambahkan, pembinaan yang dilakukan Bakti BCA tidak hanya berfokus pada pelestarian wastra, tetapi juga bertujuan memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas penenun. Program ini mengembangkan keterampilan penenun dalam memanfaatkan pewarna alami serta meningkatkan nilai tambah produk wastra agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, kami berharap pembinaan ini dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi komunitas penenun,” tutup Hera.