Area taman di bawah flyover Pesing, Jakarta Barat, yang kerap dijadikan jalan pintas oleh pengendara sepeda motor, akan segera ditutup permanen. Keputusan ini disambut baik oleh warga sekitar yang khawatir akan potensi kecelakaan.
Mang Ujang, seorang penjual terpal di sekitar lokasi, menjelaskan bahwa area tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh pengendara motor untuk menghindari putaran yang lebih jauh. Ia mengenang bahwa dulunya area tersebut pernah dipagari besi, namun kemudian kembali bisa dilalui. “Oh itu udah lama gitu. Orang ya lewat situ biar nggak muter jauh kali, kalau ke sana muter. Kalau dulu waktu ditutup pagar besi nggak ada yang bisa lewat,” ujarnya.
Mang Ujang menyatakan persetujuannya terhadap penutupan taman, asalkan tetap memperhatikan aspek estetika. “Wah nggak tahu, saya mah cuma rakyat pak. Ngikut aja kita mah, saya juga nggak pakai motor. Asalkan bagus mah gapapa,” tuturnya.
Warga lain bernama Hendar menambahkan, ia telah mendengar informasi mengenai rencana penutupan permanen tersebut. Menurutnya, penutupan ini akan sedikit merepotkan warga di sekitar rumahnya karena harus memutar lebih jauh untuk menyeberang. “Kayaknya sih mau ditutup. Kalau dulu iya dipagar besi tuh. Dari lampu merah sampai ujung sana itu. Ya kalau ditutup pada nggak bisa langsung belok situ, warga sini harus muter,” ungkap Hendar.
Meskipun demikian, Hendar sepenuhnya mendukung penutupan area tersebut. Ia berpendapat bahwa membiarkan jalan pintas tersebut terbuka sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan. “Ditutup aja gapapa, muter juga dikit. Karena belum ada kejadian kecelakaan aja ini, ntar kalau udah ada kecelakaan petugas langsung datang itu, nyatet nyatet. Ditutup dah,” katanya.
Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa meskipun sudah ada tiga barrier beton di taman tersebut, celahnya masih memungkinkan motor untuk menerobos. “Barrier beton sudah ada, tapi masih ada celah. Kami akan meminta dan instansi terkait merapatkan pembatas supaya motor tidak bisa naik ke taman, serta menertibkan yang masih nekat,” kata Chico.
Chico mengimbau para pengendara untuk menggunakan putaran resmi dan tidak melindas ruang hijau. Ia menekankan bahwa taman bukanlah jalur kendaraan dan manuver menerobos taman berisiko tinggi menyebabkan tabrakan, terutama saat jam sibuk dari kedua arah. “Kami sudah menerima laporan dan pantauan soal pemotor yang menerobos taman di kolong Flyover Pesing untuk putar balik. Itu tidak boleh. Taman bukan jalur kendaraan. Selain merusak tanaman, manuver itu berisiko tabrakan, apalagi di jam ramai dari dua arah,” jelasnya.