Strategi Ekspansi Fore Coffee, Nasib GOTO, dan Kinerja Emiten Terungkap

Lima berita ekonomi paling populer hingga Sabtu, 26 September 2026, menyoroti berbagai perkembangan signifikan di dunia bisnis dan investasi Indonesia. Topik yang dibahas meliputi strategi ekspansi Fore Coffee, perubahan nasib saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), pencabutan emiten dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan laba PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), hingga realisasi penggunaan dana IPO oleh emiten Prajogo Pangestu.

Strategi Ekspansi Fore Coffee Berbasis Data

Dalam delapan tahun terakhir, Fore Coffee, brand di bawah PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), telah mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka lebih dari 360 gerai di Indonesia dan Singapura. Perusahaan mengungkapkan bahwa keputusan strategisnya, termasuk pemilihan lokasi ekspansi, sangat mengedepankan data. Indikator-indikator tertentu menjadi pilar utama dalam menentukan arah pengembangan bisnis perseroan.

Perubahan Nasib Saham GOTO Menanti Kebijakan Baru BEI

Pelaku pasar modal telah lama menantikan pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang sejak 5 Mei 2026 stagnan di level Rp 50 atau ‘gocap’. Namun, penantian ini kemungkinan akan segera berakhir seiring dengan perubahan kebijakan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai 28 September 2026, BEI akan menghapus batas minimum harga saham Rp 50 menjadi Rp 1. Kebijakan ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap saham GOTO.

92 Emiten Keluar dari Papan Pemantauan Khusus FCA

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencabut status 92 emiten dari papan pemantauan khusus (full call auction/FCA). Perubahan ini efektif berlaku mulai 28 September 2026. Pencabutan ini merupakan tindak lanjut atas penghapusan kriteria 1, 6, 7, dan 10 dalam papan pemantauan khusus sesuai Peraturan Bursa I-X yang baru. Kriteria-kriteria tersebut telah dihapuskan dalam papan pemantauan khusus.

Laba MBMA Melonjak 830% di Semester I-2026

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel. Akibatnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak sekitar 830% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 54 juta, naik dari US$ 6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi Dana IPO Emiten Prajogo Pangestu Mencapai 78,45%

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), salah satu emiten milik Prajogo Pangestu, melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham hingga Juni 2026. Dana yang telah terealisasi mencapai Rp 1,8 triliun, atau sekitar 78,45% dari total dana IPO sebesar Rp 2,37 triliun. Direktur CDIA, Merly, menyatakan bahwa perseroan belum merealisasikan 100% dana IPO hingga Juni 2026, sehingga masih menyisakan dana IPO sebesar Rp 511 miliar.

Tinggalkan komentar