SUMEDANG – Suara riuh tepuk tangan menggema di Aula Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (1/10). Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, sejumlah siswa Sekolah Rakyat tampil percaya diri menampilkan kebolehan mereka dalam paduan suara dan pembacaan puisi.
Penampilan siswa, termasuk Ai Rahayu yang membacakan puisi ‘Kami Akan Menembus Cadas Kehidupan’ dengan diiringi denting piano, tak kuasa menahan air mata para orang tua yang hadir. Mereka tampak takjub dan bangga melihat kepercayaan diri anak-anak mereka yang sebelumnya kurang berani tampil di depan publik.
“Hari ini, kami berada di Sekolah Rakyat. Di sini kami belajar bahwa nasib keluarga kami, tidak harus berhenti pada kemiskinan,” ujar Ai Rahayu dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Selain penampilan puisi, para siswa juga memamerkan kebolehan lain seperti yel-yel, baris variasi, hadrah, atraksi karate, tari tradisional, dan pidato. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul berdialog langsung dengan orang tua dan siswa.
Gus Ipul menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan siswa setelah setahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia melihat adanya peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri siswa yang sebelumnya ragu untuk tampil di depan umum.
“Dulu setahun yang lalu ketika mereka masuk pertama kali di Sekolah Rakyat, mereka adalah siswa kurang percaya diri, tidak berani tampil di depan publik, di depan masyarakat, di depan audiens, kurang percaya diri,” ungkap Gus Ipul.
“Tapi hari ini kita lihat anak-anak kita sudah tumbuh berkembang dengan baik dari sisi kesehatan, dari sisi kemampuan akademik, maupun dari kedisiplinan,” sambungnya, menunjukkan hasil positif dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang mulai menunjukkan dampaknya di berbagai daerah.
Menteri Sosial juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang atas peran aktifnya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari tahap rintisan hingga pembangunan gedung permanen.
“Saya berterima kasih kepada Pak Bupati karena kita memulai operasional sekolah rakyat (Sumedang) sejak tahun kemarin, dimulai dengan sekolah rakyat rintisan dan yang kedua dilanjutkan dengan sekarang sudah menggunakan gedung permanen,” ujarnya.
Gus Ipul menekankan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, demi kesuksesan program Sekolah Rakyat. Ia pun meminta dukungan Bupati Sumedang untuk melengkapi kebutuhan yang masih ada, seperti kecukupan guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia meyakini Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi terbaik bangsa.
“Sekolah rakyat yang betul-betul menjadi wahana, tempat bagi warga Sumedang, tidak boleh seorang pun yang tertinggal. Setiap orang berhak untuk sukses, setiap orang berhak punya mimpi, setiap orang berhak untuk mewujudkan mimpinya, dan sekolah rakyat adalah salah satu yang akan menghadirkan,” kata Dony.
Saat ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang menaungi 476 siswa, yang terdiri dari 113 siswa SD, 196 siswa SMP, dan 167 siswa SMA. Kegiatan dialog ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, serta jajaran pejabat tinggi Kemensos dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang.