Santri Difabel di Gresik Alami Luka Bakar Akibat Kekerasan Senior

GRESIK – Seorang santri difabel berinisial D (17) menjadi korban dugaan kekerasan fisik di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Dukun, Gresik. Punggung dan tangan korban diduga mengalami luka bakar akibat disetrika oleh seniornya.

Peristiwa ini telah mendapat perhatian dari Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pendampingan telah diberikan kepada korban.

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr Titik Ernawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen awal. Berdasarkan pengakuan korban, ia telah berulang kali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. “Petugas melakukan asesmen awal untuk memperoleh informasi mengenai kondisi anak, kebutuhan layanan, serta memastikan pemenuhan hak-hak korban sesuai prinsip perlindungan anak,” ujar Titik.

Saat ini, korban memilih untuk tinggal bersama keluarganya. Ia dilaporkan belum bersedia kembali ke lingkungan pondok pesantren karena masih merasa takut dan tidak nyaman.

Titik menambahkan bahwa pihaknya terus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis korban. Hasil asesmen UPT PPA menunjukkan korban membutuhkan dukungan psikososial untuk membantu proses pemulihan. “Selain itu, keluarga berharap korban tetap dapat melanjutkan pendidikan meski tidak kembali tinggal di pondok pesantren,” tuturnya.

Kisah santri yang dialami korban ini sempat viral di media sosial. Unggahan yang beredar menampilkan foto-foto yang menunjukkan luka bakar di punggung dan tangan korban, akibat perundungan dan penganiayaan oleh seniornya.

Tinggalkan komentar