Saham GOTO Anjlok 14%, Pimpin Penurunan IHSG Pasca Aturan Baru BEI

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat menjadi pemberat terbesar indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (28/9/2026). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham GOTO anjlok 14%, memberikan kontribusi negatif sebesar 12,84 poin terhadap pergerakan IHSG.

Tekanan signifikan pada saham GOTO ini terjadi bertepatan dengan mulai berlakunya aturan baru dari BEI yang mengubah batas harga minimum saham dari Rp 50 menjadi Rp 1. Sebelumnya, saham GOTO yang diperdagangkan di level Rp 50 kini turun ke posisi Rp 43, bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG dilaporkan ambles 94 poin atau 1,5% hingga menyentuh level 6.147,8. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat mencapai titik terendahnya di angka 6.140.

Berdasarkan daftar top laggards BEI, GOTO menorehkan tekanan paling besar terhadap IHSG. Posisi selanjutnya ditempati oleh saham AMMN yang mengalami penurunan 4,03% dengan kontribusi negatif 7,99 poin. Diikuti oleh BRMS yang melemah 6,06% dan menyumbang tekanan sebesar 5,95 poin.

Saham BMRI juga tidak luput dari pelemahan, turun 1,47% dengan kontribusi negatif 4,89 poin. Sementara itu, MORA terkoreksi 5,01% dan menekan IHSG sekitar 4,41 poin. Selain itu, saham MDKA, TLKM, FORU, ANTM, dan BYAN turut masuk dalam daftar saham yang menjadi pemberat pergerakan IHSG.

Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas, menilai momentum ini menjadi ujian penting bagi GOTO. Ujian tersebut terutama untuk melihat apakah harga saham akan mulai mencerminkan perubahan fundamental perusahaan atau tetap terpengaruh oleh terbatasnya minat beli riil.

“Investor perlu melihat GOTO secara menyeluruh karena perkembangan fundamental perseroan tidak berjalan dalam satu arah. Sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, tetapi tekanan masih membayangi beberapa lini bisnis,” ujar Jason di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Sementara itu, Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, memperkirakan bahwa aksi jual saham GOTO masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Secara teknikal, ia menjelaskan bahwa GOTO bergerak turun di dalam pola parallel channel, dengan kisaran batas bawah (support) berada di level Rp 36-27.

“Jadi, hampir bisa dipastikan GOTO mungkin akan menguji ke area tersebut,” ungkap Liza dalam catatan analisnya.

Tinggalkan komentar