Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi sorotan dengan rekomendasi ‘buy’ dari Pluang Maju Sekuritas. Target harga saham ini dipatok Rp 2.800 dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
Rekomendasi positif ini didorong oleh penguatan akses pendanaan emiten tersebut untuk mendukung ekspansi bisnis telekomunikasinya. Salah satu faktor kunci adalah penerimaan pinjaman baru senilai Rp 1 triliun dari Export Development Canada (EDC) kepada salah satu anak usaha WIFI.
Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menyatakan bahwa akses pendanaan internasional ini mengkonfirmasi kemampuan WIFI untuk terus mengembangkan bisnis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) di masa mendatang. “Kami merekomendasikan buy untuk saham WIFI dengan target harga Rp 2.800 dalam 12 bulan,” ujar Jason di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut Jason, fasilitas pinjaman dari EDC ini melengkapi strategi pendanaan agresif yang telah dijalankan WIFI di berbagai lini bisnisnya. Perusahaan tidak hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan untuk ekspansi.
WIFI memiliki strategi pendanaan yang terdiversifikasi, mencakup kredit ekspor Kanada, obligasi Samurai berdenominasi yen, serta pinjaman sindikasi domestik. Jason menilai komposisi ini menunjukkan keunggulan WIFI dalam mencari sumber modal dari berbagai yurisdiksi.
Pinjaman dari EDC juga memiliki alokasi penggunaan yang spesifik, yaitu untuk pengadaan peralatan dari Nokia. Hal ini mencerminkan pendekatan pendanaan proyek yang disiplin, bukan sekadar untuk modal kerja umum.
Dukungan pendanaan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan operasional WIFI. Jumlah pelanggan FTTH dilaporkan melonjak hampir empat kali lipat secara tahunan. Segmen telekomunikasi juga telah menjadi kontributor utama terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) grup.
Jason menegaskan bahwa akses pendanaan internasional yang terus terbuka merupakan faktor krusial bagi kelanjutan ekspansi perseroan, terutama dalam menjaga momentum pengembangan bisnis FTTH dan FWA.