Jakarta – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dilaporkan mengalami kehilangan sejumlah fasilitas akibat pencurian. Fasilitas yang hilang meliputi lampu taman, pagar, dan berbagai sarana lainnya.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. “Laporan dari Satpel Tamhut kecamatan memang hilang, ada yang dicuri,” kata Dirja, dilansir Antara, Selasa (29/9/2026).
Dirja menjelaskan bahwa pihak Sudin Tamhut belum membuat laporan polisi secara langsung. Sesuai prosedur, laporan awal harus dibuat oleh petugas pengamanan dalam (pamdal) RPTRA, yang kemudian akan diteruskan oleh Sudin Tamhut kepada Aparat Penegak Hukum (APH). “Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke APH,” ujarnya.
Sarana Bermain dan Fasilitas Lain Rusak
Selain pencurian, beberapa fasilitas taman juga mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut meliputi sarana bermain anak, pot semen, dan elemen taman lainnya.
Menanggapi hal ini, Dirja menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) di RPTRA Pedongkelan. “Kita sudah cek lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) di sana. Setelah dicek, rencananya, kita akan memperbaiki secepatnya menggunakan material yang ada di stok kami,” tutur Dirja.
Pihaknya juga telah melakukan inventarisasi terhadap barang yang hilang dan rusak untuk menghitung kebutuhan perbaikan. “Sementara ini, tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti, datanya akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Kondisi RPTRA Menurut Warga
Seorang warga sekitar Taman Pedongkelan, Santi (47), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi RPTRA saat ini. Ia menilai bahwa fasilitas taman telah mengalami kerusakan parah.
“Kalau dibilang sekarang, mah, sudah hampir 99 persen hancur, sudah enggak kayak dulu,” ucap Santi.
Santi menyebutkan bahwa pagar besi di beberapa bagian taman sudah banyak yang hilang, begitu pula dengan bangku dan fasilitas lainnya yang kini tidak lagi lengkap. “Pagar-pagar ini sebelah sana sudah separuh hilang. Banyak yang hilang-hilang. Hilang pada diambilin sama oknum, besi-besi dicolongin,” katanya.
Kondisi lampu penerangan taman yang banyak mati juga menambah kegelapan di malam hari, membuat suasana taman menjadi kurang nyaman bagi warga yang ingin bersantai atau berolahraga.
“Dulu terang, terus bagus dilihat juga. Kita senang melihatnya, nongkrong juga betah, apalagi yang olahraga,” imbuh Santi, mengenang kondisi taman sebelumnya yang lebih baik.