Pasuruan – Sebanyak 1.097 peserta memeriahkan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Kolosal yang digelar di Halaman Kantor Bupati Pasuruan pada Jumat (25/9/2026) malam. Ribuan orang ini bersama-sama melantunkan salawat Nabi, diiringi pertunjukan seni hadrah dan gerakan khas ISHARI.
Sebagian besar peserta merupakan pelajar. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, turut hadir dan ikut melantunkan syair salawat serta mengikuti gerakan khas ISHARI bersama para peserta. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai basis tradisi keagamaan yang kuat, salah satunya melalui seni hadrah ISHARI.
“Ishari ini merupakan salah satu tinggalan para sepuh kita yang dibentuk oleh KH Abdul Rohim, kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah yang selanjutnya ditetapkan sebagai Bapak ISHARI,” ujar Shobih Asrori dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/09/2026).
Shobih mengapresiasi partisipasi banyak anak-anak dalam kegiatan Lailatul Hadrah ini. Baginya, kehadiran generasi muda menunjukkan bahwa ISHARI tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan orang tua. “Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa seni hadrah dalam ISHARI memiliki karakter yang berbeda dengan hadrah modern seperti Banjari. Perbedaan ini terlihat dari jenis pukulan, ketukan, hingga makna yang terkandung dalam setiap rangkaian penampilannya. Pengenalan kepada generasi muda, menurut Shobih, menjadi bagian penting untuk menjaga keberadaan seni hadrah ISHARI.
“Pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap dipahami, dipraktikkan, dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman,” jelasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman langsung terhadap seni hadrah agar generasi muda tidak hanya mengenalnya melalui kecerdasan buatan (artificial intelligence).
“Jangan sampai generasi penerus bangsa hanya tahu dari AI saja. Mereka harus mengenal lebih dalam dan mengetahui seni hadrah yang berkembang di Pasuruan,” tegas Shobih. Upaya mengenalkan ISHARI kepada generasi muda juga didorong melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Shobih berharap generasi penerus dapat mengenal secara langsung sejarah, nilai, serta bentuk kesenian hadrah yang berkembang di Pasuruan, bukan hanya melalui perkembangan teknologi. Pengenalan seni hadrah secara langsung dianggap sebagai salah satu upaya menjaga pemahaman generasi muda terhadap tradisi yang berkembang di Kabupaten Pasuruan, baik melalui kegiatan sekolah maupun keterlibatan langsung dalam kesenian.