Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Adika Aryasthana Bakrie atau Arya Bakrie, kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Pada 25 September 2026, Arya tercatat membeli 372.400 lembar saham BRMS dengan harga Rp 670 per saham.
Dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip Senin (28/9/2026), Arya Bakrie menyatakan bahwa transaksi ini dilakukan dengan tujuan investasi. Arya Bakrie, putra dari Nirwan Bakrie, merupakan bagian dari generasi ketiga keluarga Bakrie.
Pembelian terbaru ini menambah total kepemilikan Arya di BRMS menjadi 1.122.900 saham, naik dari sebelumnya yang berjumlah 750.500 saham.
Aksi korporasi ini melanjutkan tren positif pembelian saham BRMS yang telah dilakukan Arya beberapa hari sebelumnya. Pada 22 September 2026, ia juga telah membeli 750.500 saham BRMS pada harga Rp 665 per saham. Dengan demikian, Arya Bakrie melakukan akumulasi saham Bumi Resources Minerals dalam dua transaksi yang berdekatan pada bulan September 2026, dengan harga pembelian pada transaksi terbarunya sedikit lebih tinggi.
Pembelian saham oleh Arya Bakrie ini menambah daftar aksi akumulasi saham BRMS oleh jajaran direksi perusahaan. Dalam dua tahun terakhir, tercatat ada empat direktur BRMS yang telah melakukan pembelian lebih dari 5,2 juta saham perseroan. Keempat direktur tersebut adalah Adrian Wicaksono, Charles Daniel Gobel, Adika Aryasthana Bakrie, dan Herwin Wahyu Hidayat.
Manajemen Bumi Resources Minerals sebelumnya menyatakan bahwa aksi pembelian saham oleh para direksi ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
BRMS terus berupaya mengembangkan proyek tambang emas bawah tanah di Palu. Perusahaan telah menyampaikan perkembangan konstruksi tambang dan peningkatan kapasitas pabrik emas di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari.
Manajemen BRMS berharap dapat memulai penambangan bijih emas berkadar tinggi dari lokasi tambang bawah tanah tersebut pada pertengahan 2027. Bijih yang ditargetkan memiliki kadar emas sekitar 3,5–4,9 gram per ton (g/t).
Peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu fokus utama BRMS dalam mengembangkan bisnis pertambangan emas. Perusahaan menilai proyek ini akan sangat mendukung pertumbuhan produksi emas pada periode mendatang.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BRMS dengan target harga Rp 750. Perusahaan melihat BRMS memiliki katalis positif dari perjanjian offtake dengan PT Antam Tbk (ANTM) yang diperoleh pada akhir Juni 2026. Perjanjian offtake merupakan kesepakatan penting terkait penyerapan atau pembelian hasil produksi.
Menurut KB Valbury Sekuritas, kerja sama tersebut berpotensi membantu BRMS dalam mengurangi tekanan akibat kelebihan pasokan emas di pasar domestik.
Bumi Resources Minerals diproyeksikan akan mencetak laba bersih sebesar US$ 50 juta pada tahun 2026. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 94 juta pada 2027 dan US$ 210 juta pada 2028.
KB Valbury Sekuritas juga merevisi asumsi harga emas untuk tahun 2026, 2027, dan 2028 masing-masing menjadi US$ 4.400, US$ 4.450, dan US$ 4.500 per ounce (oz) atau ons troi.