Revisi Target Laba 2026: Delta Giri Wacana Optimistis Pertumbuhan Bisnis

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) menaikkan proyeksi kinerja keuangan untuk tahun 2026. Peningkatan target ini dilakukan setelah perseroan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan pada paruh pertama tahun ini. Target baru membidik penjualan sebesar Rp 4,88 triliun dan laba bersih sekitar Rp 251 miliar hingga akhir 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang menetapkan penjualan Rp 4,6 triliun dan laba bersih Rp 245 miliar.

Direktur DGWG, Danny Jo Putra, menyatakan bahwa target yang direvisi ini akan menjadi acuan utama manajemen dalam menjalankan dan mengevaluasi kinerja perseroan sepanjang tahun 2026. “Target tersebut menjadi salah satu acuan manajemen dalam menjalankan dan mengevaluasi kinerja perseroan sepanjang tahun berjalan,” kata Danny dalam Public Expose di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Pada semester I-2026, DGWG berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 2,39 triliun, yang menunjukkan lonjakan 44,77% secara tahunan (*year-on-year*/yoy). Pertumbuhan pendapatan ini turut mendorong kenaikan laba bersih yang lebih substansial, yaitu sebesar 93,1% menjadi Rp 99,72 miliar. Dengan pencapaian ini, perseroan telah mengantongi sekitar 49% dari target penjualan tahunan terbaru dan hampir 40% dari target laba bersih 2026.

Danny menambahkan bahwa pertumbuhan kuat pada semester pertama ini menjadi dasar optimisme manajemen. “Pendapatan DGWG tumbuh 46% pada semester pertama. Dengan capaian itu, manajemen optimistis realisasi sepanjang 2026 dapat melampaui target awal yang ditetapkan,” ujarnya.

Selain kenaikan pendapatan, kinerja DGWG juga ditandai dengan peningkatan laba yang lebih cepat. Laba bruto perseroan pada semester I-2026 meningkat 32,66% menjadi Rp 619,52 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak melonjak 95,55% menjadi Rp 140,60 miliar. Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan konversi pendapatan menjadi laba di tengah ekspansi bisnis yang dijalankan perseroan.

Perubahan struktur bisnis menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati. DGWG tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan dan distribusi sarana produksi pertanian, tetapi telah memperluas rantai bisnisnya ke sisi produksi, termasuk bahan aktif pestisida. Perseroan kini memiliki dua fasilitas produksi di Cikande, Banten, yang salah satunya memproduksi insektisida, fungisida, serta bahan aktif karbamat dengan kapasitas hingga 6.000 metrik ton per tahun.

Kapasitas produksi tersebut meliputi methomyl hingga 3.000 ton per tahun, oxamyl 1.000 ton, carbofuran 1.000 ton, serta sejumlah bahan aktif lainnya seperti carbosulfan, carbaryl, dan BPMC. Perluasan ke sisi produksi ini memberikan tambahan mata rantai bisnis yang berpotensi memberikan nilai tambah lebih besar dibandingkan aktivitas distribusi semata, terutama jika utilisasi fasilitas meningkat. Namun, ekspansi produksi juga membawa konsekuensi berupa kebutuhan modal, biaya operasional, serta risiko utilisasi aset. Oleh karena itu, kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan volume sekaligus efisiensi akan menjadi kunci pencapaian target baru tersebut.

Kontribusi Lini Bisnis

Danny menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja semester I-2026 berasal dari kontribusi yang merata di seluruh lini bisnis, baik pupuk maupun pestisida. “Kontribusi pertumbuhan kinerja terbilang merata di seluruh unit bisnis. Baik lini pupuk maupun pestisida sama-sama menyumbang kenaikan yang signifikan,” ujar Danny.

Strategi one stop solution yang diterapkan perseroan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan. Strategi ini memungkinkan DGWG menawarkan berbagai kebutuhan sarana produksi pertanian melalui jaringan bisnis yang telah dibangun. Pada 2025, perseroan mencatat volume penjualan pupuk sekitar 513.000 ton dan pestisida sekitar 18.000 ton. Skala distribusi ini menjadi basis bagi perseroan dalam memperluas bisnis ke sektor produksi.

Selain memperkuat produksi pestisida, DGWG juga sedang menyiapkan peningkatan kapasitas produksi pupuk melalui pembangunan fasilitas baru di Sumatra.

Target 2027 Masih Dikaji

Untuk tahun 2027, manajemen DGWG belum menetapkan proyeksi keuangan baru karena kajian mendalam mengenai target tahun depan masih terus dilakukan. Meski demikian, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama didorong oleh program ketahanan pangan yang digagas pemerintah. “Walaupun angka yang kami hitung belum pasti, tapi kami melihat tentu ada potensi pengembangan untuk bisa kami terapkan tahun 2027 yang mendatang,” ujar Danny.

Tinggalkan komentar