JAKARTA – Gelaran Dog Does Disco (DDD) 2026 kembali menyapa komunitas pencinta hewan di Central Park, Jakarta, pada 25-27 September 2026. Memasuki tahun ke-14, ajang ini tidak hanya memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas yang melibatkan hewan peliharaan, tetapi juga menjadi wadah interaksi bagi komunitas dan pelaku usaha lokal.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang selama lebih dari satu dekade mempertahankan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan sekitar 600 anjing dan 12.000 pengunjung selama tiga hari menandakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terus meningkat.
“Saya mengapresiasi Dog Does Disco tahun ini memasuki tahun ke-14 bersama Central Park. Target sekitar 600 anjing dan sekitar 12.000 pengunjung selama tiga hari menunjukkan antusiasme masyarakat terus berkembang,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Rajiv menilai keberlangsungan Dog Does Disco tidak sekadar mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap hewan peliharaan. Lebih dari itu, ajang ini membuktikan potensi besar komunitas dalam bertransformasi menjadi gerakan sosial yang positif.
“Dog Does Disco membuktikan bahwa kecintaan terhadap hewan dapat berkembang menjadi sebuah gerakan komunitas yang positif dan konsisten,” tuturnya.
Ajang ini lahir dari kolaborasi Alkimia Production yang didirikan oleh Amanda Soekasah, Janna Soekasah, dan Wulan Guritno bersama Kumpul di Rumah besutan Mira Damayanti yang telah 18 tahun menggarap Dog Does Disco. Atas konsistensi tersebut, Rajiv menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, penyelenggara, dan komunitas yang terus menjaga keberlangsungan acara.
“Apresiasi saya kepada seluruh founder dan komunitas yang terus menjaga semangat kebersamaan ini,” imbuh Rajiv.
Rajiv menilai konsistensi penyelenggaraan Dog Does Disco membawa pesan penting terkait kepedulian terhadap hewan terlantar. Melalui ajang tahunan ini, pihaknya secara konsisten mengusung kampanye adopsi anjing (dog adoption) kepada masyarakat luas.
Penyelenggaraan Dog Does Disco tahun ini menyalurkan dukungan kepada tiga shelter, yakni Rumah Harapan Melanie, Pejaten Shelter, dan Sahabat Anabul. Rajiv menyatakan bahwa kampanye adopsi tersebut memegang peran krusial dalam membangun kesadaran masyarakat terkait tanggung jawab terhadap hewan peliharaan.
“Yang juga patut diapresiasi, setiap tahun Dog Does Disco konsisten membawa kampanye untuk mendukung dog adoption,” jelasnya.
Rajiv berharap gerakan tersebut dapat terus memperluas kepedulian masyarakat terhadap keberadaan hewan terlantar. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu mendorong lebih banyak orang untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi hewan yang membutuhkan.
“Semoga gerakan ini terus mendorong kepedulian dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anjing dan kucing terlantar untuk mendapatkan rumah yang layak,” kata Rajiv.
Lebih lanjut, Rajiv menambahkan bahwa gelaran Dog Does Disco tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pencinta hewan. Lebih dari itu, ajang ini memiliki nilai ekonomi strategis karena memberi panggung bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka kepada publik.
“Saya apresiasi konsistensi penyelenggara dalam membuka ruang bagi UMKM, desainer lokal, kuliner, musik, fashion, serta produk-produk lokal,” paparnya.
Menurut Rajiv, keterlibatan lintas sektor mampu mengubah kegiatan berbasis komunitas dari sekadar ajang hiburan menjadi ruang promosi yang efektif. Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha kreatif mendapatkan wadah interaksi strategis untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Selain Dog Does Disco di Central Park, kegiatan serupa juga hadir melalui Dog Dash Festival (DDF) yang digelar di Urban Forest. Tahun ini, DDF memasuki tahun ketiga dengan target sekitar 130 booth.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang, semakin melibatkan pelaku lokal, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap hewan, alam, dan lingkungan,” pungkasnya.