JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengambil langkah signifikan dalam digitalisasi operasionalnya dengan meluncurkan dua aplikasi baru: Bunker Operation System (BOS) 3.0 dan Transportir Fuel Management and Reporting System (Transportmers). Kedua sistem ini dirancang untuk memperkuat monitoring dan pengelolaan data bunker pada seluruh armada kapal yang dioperasikan perusahaan.
Peluncuran aplikasi ini secara simbolis dilakukan oleh Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono bersama jajaran Direktorat Operasi dan Fungsi ICT PTK di Bali. Yudi Wibisono menyatakan optimisme bahwa kedua aplikasi ini akan meningkatkan kualitas layanan PTK kepada pelanggan kapal-kapalnya.
“Implementasi aplikasi BOS 3.0 berisi informasi konsumsi bunker yang lebih akurat, sedangkan Transportmers dapat mempermudah monitoring data bunker, sehingga operasional bunker lebih tepat dan efisien,” jelas Yudi dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
Aplikasi BOS 3.0 sendiri merupakan sistem pelaporan harian untuk bunker remain on board (ROB) dan vessel daily report (VDR) kapal operasi PTK. Sebagai pembaruan dari versi sebelumnya, BOS 2.0, aplikasi terbaru ini menghadirkan fitur capping bunker kapal yang diklaim lebih akurat.
Lebih lanjut, Yudi menuturkan bahwa BOS 3.0 menyajikan informasi detail mengenai konsumsi bunker pada mesin utama (main engine) dan mesin bantu (auxiliary engine) kapal, yang disesuaikan dengan pergerakan harian kapal secara akurat sesuai operasional.
Dalam upaya meningkatkan layanan, PTK juga memperkenalkan aplikasi Transportmers. Sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan dan bertujuan meningkatkan efektivitas kegiatan bunker handling serta pengawasan bunker kapal operasi Pertamina Patra Niaga.
Transportmers dilengkapi dengan fitur-fitur yang mempermudah dan mengintegrasikan kegiatan bunker handling yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Sistem ini mencakup empat subsistem utama: pengawasan bunker handling via transportir, pengawasan ROB bunker, pengawasan posisi kapal delivery & redelivery, serta pengawasan via bunker pit.
Implementasi kedua aplikasi ini, lanjut Yudi, menegaskan komitmen PTK dalam menciptakan aspek kerja yang terintegrasi, efektif, dan terdokumentasi. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan dan mencapai *operational excellence* perusahaan.