PT Sulawesi Optima Tingkatkan Industri Babi Nasional Lewat Genetika Unggul Denmark

PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) berkomitmen memajukan industri peternakan babi di Indonesia melalui penerapan genetika unggul, manajemen modern, dan sistem biosecurity yang terintegrasi. Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan DanBred, perusahaan asal Denmark, untuk mengembangkan indukan DanBred Hybrid/F1 yang memiliki potensi melahirkan setidaknya 14 anak sapih dalam satu kelahiran.

Presiden Direktur PT SOW, Andreas Surjaputra, menyatakan bahwa kualitas indukan yang lebih baik merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi produktivitas peternak. “Semakin baik kualitas indukan yang tersedia, semakin besar peluang peternak untuk membangun produktivitas yang konsisten. Dengan begitu peternak dapat merasakan manfaatnya semakin lama lagi,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

DanBred Hybrid/F1 merupakan hasil persilangan antara DanBred Landrace dan DanBred Yorkshire. Indukan ini dirancang untuk memiliki tingkat inseminasi buatan minimal 80%, efisiensi pakan yang baik, serta adaptabilitas tinggi terhadap iklim tropis. Selain itu, indukan ini juga menunjukkan sifat keibuan yang baik, kualitas ambing yang mendukung pertumbuhan anak, dan masa produktif yang panjang.

PT SOW telah membuka reservasi calon indukan DanBred Hybrid F1 bagi para peternak Indonesia. Pengembangan genetika ini dilaksanakan di Batu Likupang Integrated Farm (BLIF) di Sulawesi Utara, sebagai bagian dari ekosistem peternakan terpadu PT SOW.

Pendekatan produksi PT SOW juga mencakup pertimbangan kondisi lingkungan, manajemen, nutrisi, kesehatan, dan kesejahteraan hewan untuk memastikan performa ternak yang optimal di iklim tropis.

Upaya modernisasi ini juga ditunjukkan melalui partisipasi PT SOW dalam International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exhibition (ILDEX) Indonesia 2026. Pameran ini menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, ahli, dan pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai peternakan dan pangan global.

Berbagi Pengetahuan dan Kolaborasi Global

Andreas Surjaputra menambahkan bahwa keikutsertaan PT SOW di ILDEX menjadi kesempatan berharga untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mitra global. Pertukaran ide dan praktik terbaik dinilai penting untuk mendorong adopsi peternakan modern.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat penerapan genetika, manajemen peternakan, dan biosecurity secara terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas peternak dan daya saing industri babi Indonesia,” tegasnya.

Manfaat Genetika DanBred

Key Account Manager DanBred, Henrik Nielsen, menjelaskan bahwa pengembangan genetika DanBred didukung oleh lebih dari satu abad pengalaman dalam targeted breeding dan basis data genetika yang ekstensif. Sejak 1991, lebih dari 34 juta data points telah tercatat.

Penggunaan genetika DanBred memberikan tiga manfaat utama bagi peternak: peningkatan produktivitas, efisiensi pakan yang lebih baik, dan nilai ekonomi berkelanjutan melalui kemajuan genetik. “Pembaruan genetika berkala membantu peternak mempertahankan dan meningkatkan performa ternaknya dari waktu ke waktu,” ujar Henrik.

Pentingnya Biosecurity dan Manajemen

Technical Service Manager DanBred Southeast Asia, Ariel Peregrino, menekankan pentingnya peningkatan manajemen, termasuk biosecurity, sebagai komponen integral dalam sistem produksi peternakan. Manajemen yang tepat, menurutnya, dapat membantu indukan beradaptasi dan mempertahankan performa tinggi di iklim tropis.

“Dari pengalaman kami di Filipina, babi dapat berperforma sangat baik di iklim tropis. Dengan manajemen yang tepat, produktivitas hingga 37 ekor anak sapih per induk per tahun dapat dicapai. Pengalaman ini bisa menjadi referensi untuk pengembangan breeding di Indonesia, dengan menyesuaikan dengan kondisi setempat,” ujar Ariel.

Founder Vestin Agro Consulting, Bjarne Vest, menegaskan bahwa biosecurity adalah elemen tak terpisahkan dari pengembangan peternakan modern dan harus dijalankan secara konsisten dalam operasional sehari-hari.

“Biosecurity bukan sekadar memiliki sistem atau prosedur yang baik, tetapi memastikan prosedur itu benar-benar dipahami, disiplin dijalankan, dan konsisten setiap hari,” jelas Bjarne, menekankan bahwa sistem biosecurity yang sederhana namun disiplin dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan sistem kompleks yang penerapannya tidak konsisten.

Tinggalkan komentar