Prediksi Emas 2026: Tren Bullish Jangka Panjang Tetap Bertahan di Tengah Tekanan

Harga emas menghadapi tekanan dalam jangka pendek akibat sentimen meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak, kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun, tren bullish atau kenaikan harga dalam jangka panjang dinilai masih bertahan.

Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), harga emas spot ditutup naik 1,64% menjadi US$ 4.182,45 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi setelah sempat melewati beberapa penurunan dari level US$ 4.300 per troy ounce.

Proyeksi Harga Emas Jangka Panjang

BMO Capital Markets dalam pembaruan proyeksinya memangkas prediksi harga emas rata-rata untuk kuartal keempat 2026 menjadi US$ 4.650 per troy ounce, turun 2% dari proyeksi sebelumnya US$ 4.750 per troy ounce. Bank asal Kanada ini memperkirakan harga emas baru akan kembali ke level US$ 5.000 per troy ounce pada kuartal kedua 2027.

Perubahan signifikan terlihat pada prospek jangka panjang. BMO Capital Markets memproyeksikan rata-rata harga emas akan bergerak di sekitar US$ 4.000 per troy ounce untuk jangka panjang. Angka ini meningkat 29% dari perkiraan jangka panjang sebelumnya sebesar US$ 3.100 per troy ounce.

Faktor Pendukung Tren Bullish Emas

Para analis di BMO Capital Markets menjelaskan bahwa emas menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dalam beberapa bulan terakhir, meskipun imbal hasil yield melonjak dan banyak bank sentral mulai menuju siklus kenaikan suku bunga. Hal ini mengindikasikan tema-tema baru seperti penurunan nilai mata uang dan permintaan dari China memberikan dampak lebih besar terhadap harga emas dibandingkan faktor tradisional berupa imbal hasil obligasi.

BMO Capital Markets memandang aksi beli emas yang besar-besaran oleh China bersifat kontrasiklikal. Mereka memperkirakan permintaan dari People’s Bank of China (PBoC) akan tetap kuat sepanjang 2026, yang berpotensi menopang harga emas di level yang lebih tinggi.

Pergerakan harga emas menjelang akhir tahun diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh pertarungan antara faktor ‘debasement trade’. Kenaikan suku bunga dan premi jangka waktu (term premium) yang mencerminkan kekhawatiran akan keberlanjutan fiskal dianggap menguntungkan bagi emas (bullish).

Tinggalkan komentar