JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini memiliki tiga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman pada Kamis (1/10/2026). Ketiganya, termasuk Juda Agung yang telah menjabat sebelumnya, akan bekerja sama mendampingi Suahasil dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Kita baru saja menyaksikan Presiden melantik dua Wakil Menteri Keuangan yang baru. Dan sekarang Wakil Menteri Keuangan kembali ke formasi tiga Wakil Menteri Keuangan yang akan bersama-sama dengan saya memimpin Kementerian Keuangan,” ujar Suahasil di Jakarta, Kamis.
Suahasil menjelaskan bahwa pembagian tugas spesifik untuk masing-masing wakil menteri belum ditetapkan. Ia menekankan pentingnya para wakil menteri untuk duduk bersama terlebih dahulu guna memahami cakupan pekerjaan Kemenkeu yang luas.
“Kita ngobrol dulu. Tapi yang pasti, di dalam pengangkatan oleh Bapak Presiden, masing-masing diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan,” tuturnya. Pembagian tugas akan disusun dengan mempertimbangkan seluruh aspek pekerjaan Kemenkeu agar tercipta sinergi.
“Jadi kami, dengan saya sebagai Menteri Keuangan, pasti kita akan duduk bersama dan kita akan melihat keseluruhan pekerjaan Kementerian Keuangan yang sedemikian komprehensif, lalu kemudian kita akan saling mengisi. Saling mengisi itu nanti kita akan rumuskan,” tambah Suahasil.
Penjelasan lebih rinci mengenai pembagian tugas dan pekerjaan Kemenkeu direncanakan akan disampaikan pekan depan, bersamaan dengan paparan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diupayakan sebelum 11 Oktober 2026.
Luky Alfirman: Tiga Agenda Awal
Luky Alfirman menyatakan belum memiliki program khusus sebagai Wamenkeu. Ia menegaskan bahwa tugas utama wakil menteri adalah membantu Presiden dan Menteri Keuangan dalam menjalankan pemerintahan.
“Saya bilang, enggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami ini pembantu Presiden, pembantu Menteri Keuangan. Kami tugasnya adalah membantu, memastikan, memfasilitasi,” kata Luky.
Meskipun demikian, Luky menyebutkan tiga fokus awal yang telah dibahas bersama Suahasil. Ketiga agenda tersebut meliputi penyelesaian pelaksanaan APBN 2026, persiapan pelaksanaan APBN 2027, serta konsolidasi internal untuk mendorong reformasi dan transformasi di Kemenkeu.
Nurkholisoh: Saya Pembelajar
Di sisi lain, Nurkholisoh Ibnu Aman menyatakan akan banyak belajar dalam perannya sebagai Wamenkeu. Sebelum ditunjuk, ia memiliki rekam jejak karier sekitar 20 tahun di Bank Indonesia (BI).
“Jadi sayalah si pembelajar itu. Saya mohon bantuan diajari, diberi informasi, diberi pengetahuan, dan saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar,” ujar Nurkholisoh.
Nurkholisoh juga mengungkapkan keinginannya untuk mendalami organisasi Kemenkeu sekaligus membangun kedekatan dengan para pegawai. Ia meyakini hal tersebut penting untuk mendukung efektivitas kerja kementerian.
“Terutama karena saya yang paling junior, saya juga ingin menginspirasi, ingin menyapa, ingin mendekat, ingin bersahabat dengan para pegawai insan Kementerian Keuangan,” pungkasnya.