Pertamina EP Tingkatkan Produktivitas Petani Lewat Program Jari Tangan

INDRAMAYU – Melalui program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan), Pertamina EP Jatibarang Field Zona 7 berhasil meningkatkan produktivitas petani di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program ini secara khusus mendampingi Kelompok Tani Gunda Rejeki yang diketuai oleh Suradi. Fokus utamanya adalah pemulihan kesuburan tanah melalui bimbingan teknis sistem bertani berkelanjutan pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dalam implementasinya, program Jari Tangan mendorong petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Petani diajak untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan fermentasi limbah pertanian dan kotoran hewan. Selain itu, diterapkan pula sistem pertanian berbasis Agens Hayati, termasuk pemanfaatan musuh alami hama dan rumah burung hantu.

Officer Communication Relation & CID PT Pertamina EP Zona 7, Noor Taufiq, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan saat ini telah memasuki masa panen kedua. Ia menambahkan bahwa mayoritas masyarakat di wilayah operasi Pertamina EP Jatibarang Field, sekitar 90%, bersinggungan langsung dengan lahan pertanian.

“Sehingga ini merupakan salah satu concern kami bagaimana kita bisa berdaya bersama, bersinergi di mana ketahanan pangan dan ketahanan energi,” ujar Taufiq di Desa Jatisura, Rabu (23/9/2026).

Dampak dari program ini sangat signifikan. Terjadi peningkatan volume panen dari rata-rata 6,5 ton per hektare menjadi 8,5 hingga 11 ton per hektare. Frekuensi panen juga naik dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun, yang berujung pada pemangkasan biaya produksi.

“Rata-rata produksi yang sebelumnya kami dampingi itu di 6,5 ton, saat ini kelompok tani pada saat panen, produksi GKP, gabah kering panennya itu di angka 8,5 sampai 11 ton bahkan,” ungkap Taufiq.

Ketua Kelompok Tani Gunda Rejeki, Suradi, menyambut baik program tersebut dan berharap pendampingan ini dapat terus berkelanjutan. “Harapannya sih program ini sudah berkelanjutan. Jadi ketika ada peningkatan sedikit, kalau masih ada kerjasama kan akan meningkat lagi. Mungkin saat ini fokus kita masih di tanam padi, tanam padi,” ujarnya.

Tinggalkan komentar