Pemerintah secara resmi memutuskan untuk menyalurkan kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi para pekerja sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV-2026. Selain BSU, pemerintah juga mematangkan program pembukaan rekening perbankan gratis berinjeksi saldo awal bagi warga negara Indonesia (WNI) yang baru menginjak usia 17 tahun guna mempercepat inklusi keuangan nasional.
Keputusan strategis tersebut disepakati langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kebijakan ini dihadirkan sebagai jaring pengaman sosial yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat pekerja sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan formal.
BSU Rp 900 Ribu Dirapel Akhir Tahun
Penyaluran BSU ini mengalokasikan bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan terakhir 2026 (Oktober, November, dan Desember). Seluruh dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan dicairkan sekaligus sebesar Rp 900.000 per penerima pada akhir tahun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, sasaran BSU mencakup belasan juta tenaga kerja yang membutuhkan bantalan ekonomi di tengah tantangan perekonomian global maupun domestik.
“Bantuan Subsidi Upah ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja, dan kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp 12 triliun,” ujar Airlangga, Kamis (1/10/2026).
Selain stimulus BSU, paket kebijakan pemerintah mencakup inisiatif pembuatan rekening bank gratis yang dibekali saldo awal sebesar Rp 50.000. Program dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp3,8 triliun ini diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh pada tahun mendatang.
Pemerintah akan mengintegrasikan sistem perbankan nasional langsung dengan basis data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Skema ini memungkinkan remaja yang baru berulang tahun ke-17 dan memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) otomatis terdaftar memiliki rekening tanpa perlu mengurus administrasi secara manual di kantor cabang bank.
“Rekening gratis ini sudah kami laporkan kepada Pak Presiden. Dari hasil rekapitulasi, terdapat jumlah masyarakat usia di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening. Jumlah tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 3,8 triliun jika kita berikan saldo awal sebesar Rp 50.000,” jelas Airlangga.