Kota-kota lapis kedua dan ketiga kini menjadi pasar potensial bagi industri pembiayaan. Tren ini muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses keuangan di luar pusat-pusat kota besar.
Salah satu pemain yang menangkap peluang ini adalah PT Pratama Interdana Finance melalui layanan YesssCredit. Perusahaan fokus pada perluasan jaringan mitra, pengembangan tenaga pemasaran, serta pemanfaatan teknologi untuk mitigasi risiko kredit.
Direktur PT Pratama Interdana Finance, Sylvia Yulianti Sirait, menyatakan bahwa permintaan pembiayaan semakin tersebar dan tidak lagi hanya terpusat di kota metropolitan.
“Pertumbuhan selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan hadir di berbagai wilayah dan tidak terbatas pada kota-kota besar. Karena itu, kami terus memperluas jaringan mitra dan menghadirkan pilihan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/09/2026).
Sylvia menambahkan, dalam dua tahun terakhir, YesssCredit telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 12.000 mitra toko yang tersebar di 31 provinsi, dengan total pengguna terdaftar mencapai sekitar 8 juta. Hingga Juni 2026, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp5 triliun. Pertumbuhan signifikan juga tercatat di kota-kota kecil dan berkembang.
Perusahaan mencatat, total pembiayaan di wilayah tersebut mengalami peningkatan sebesar 133% dalam dua tahun terakhir. Jangkauan layanan YesssCredit saat ini telah meliputi lebih dari 200 kota dan kabupaten. Strategi ekspansi perusahaan secara spesifik difokuskan pada kota-kota tier 2 dan tier 3 yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Ekspansi ke daerah tentu menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan dengan beroperasi di kota besar. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan data di wilayah yang belum banyak dilirik oleh pemain pembiayaan lain. Sylvia menjelaskan, perusahaan harus mampu mengolah data yang relatif minim sebagai dasar analisis sebelum melakukan ekspansi bisnis lebih lanjut.
“Kami justru memilih kota-kota yang jauh dan relatif belum banyak pemain. Tantangannya, data yang kami dapatkan sangat minim sehingga harus diolah menjadi analisis yang baik untuk mendukung ekspansi bisnis,” katanya.
Tantangan lain yang dihadapi adalah membangun jaringan pemasaran di wilayah di mana perusahaan belum begitu dikenal. Saat ini, YesssCredit didukung oleh sekitar 1.000 tenaga penjualan, selain mengandalkan jaringan mitra toko yang mengalami peningkatan signifikan dari sekitar 6.000 menjadi lebih dari 12.000 dalam dua tahun terakhir.
Untuk mengelola risiko pembiayaan, perusahaan memanfaatkan teknologi analisis data besar (big data) dan sistem penilaian kredit (credit scoring). Pendekatan ini digunakan untuk memetakan profil risiko setiap konsumen dan menyesuaikan fasilitas pembiayaan dengan kemampuan bayar mereka. Menurut Sylvia, langkah ini krusial agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga kualitasnya.
Di tengah upaya ekspansi ini, YesssCredit juga menekankan pentingnya transparansi informasi dan perlindungan konsumen. Sylvia menegaskan bahwa konsumen harus memahami seluruh aspek pembiayaan, termasuk biaya, tenor, jumlah cicilan, dan tanggal jatuh tempo sebelum memutuskan untuk mengambil fasilitas.
“Kami menyadari industri pembiayaan memiliki tanggung jawab besar. Karena itu, kami memastikan konsumen memahami biaya dan ketentuan pembiayaan dalam aplikasi,” ucapnya.
Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa proses pemberian fasilitas pembiayaan tetap melalui asesmen yang cermat terhadap kemampuan dan profil risiko konsumen.
Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar, YesssCredit berencana menggelar berbagai kegiatan promosi di Tangerang, Pekanbaru, dan Manado hingga akhir tahun 2026. Kegiatan perdana dijadwalkan berlangsung di Tangerang pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.