Pelajar SMA di Jabodetabek unjuk gigi dalam National Innovation Challenge, sebuah kompetisi yang dirancang untuk mencari solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan dan sosial. Tim Gen V yang berasal dari SMAN 21 Jakarta berhasil meraih predikat juara berkat terobosan teknologi mereka yang mampu mengubah kelembapan udara menjadi air bersih.
Kompetisi ini merupakan puncak dari program Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI). Sejak diluncurkan pada April 2026, program ini telah melibatkan 100 siswa yang terbagi dalam 20 tim dari 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Jabodetabek.
Dalam babak final, sepuluh tim terpilih berkesempatan mempresentasikan gagasan solusi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para profesional di dunia usaha, akademisi, serta praktisi di bidang keberlanjutan. Para peserta mengangkat beragam isu krusial yang dihadapi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Permasalahan tersebut meliputi pengelolaan limbah makanan, limbah tekstil dan organik, isu pencemaran, keterbatasan akses air bersih, hingga pengembangan energi alternatif.
Dengan mengadopsi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang dikombinasikan dengan metode design thinking, para siswa ditantang untuk melakukan riset mendalam, mengembangkan konsep inovatif, hingga merancang prototipe yang fungsional. Inovasi yang berhasil dihasilkan mencakup enam tema utama: aksi iklim, air dan sanitasi, konsumsi yang bertanggung jawab, ekonomi sirkular dan pengurangan limbah, energi berkelanjutan, serta pengembangan solusi digital.
Berbagai tim menunjukkan kreativitasnya dengan memanfaatkan material sisa untuk diubah menjadi produk bernilai tambah. Ada pula yang mengembangkan teknologi pengelolaan air dan energi, serta mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), sensor, aplikasi digital, dan analisis data untuk mendukung terciptanya gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Presiden Direktur BASF Indonesia, Dr. Christofer Arisandy, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa generasi muda perlu memiliki pemahaman mendalam terhadap berbagai persoalan sekaligus kemampuan untuk menciptakan solusi yang efektif. “Para siswa dipacu untuk menunjukkan bahwa inovasi dapat berawal dari permasalahan sehari-hari dan berkembang menjadi gagasan yang memberikan dampak nyata melalui riset, kreativitas, dan kolaborasi,” ujar Christofer.
Ubah Udara Jadi Air
Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta berhasil memukau juri dengan inovasi mereka yang dinamai O2H: Atmospheric Water Harvesting System. Inovasi ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah keterbatasan akses air bersih, terutama yang kerap terjadi selama musim kemarau.
Perangkat O2H bekerja dengan cara memanfaatkan kelembapan yang terkandung di udara untuk kemudian diubah menjadi air bersih melalui serangkaian proses penyaringan dan sterilisasi yang canggih. Muhammad Rizqi Sugianto, perwakilan dari Tim Gen V, menjelaskan latar belakang terciptanya inovasi ini. “O2H berawal dari kepedulian kami terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami sejumlah rumah tangga dan komunitas, terutama saat musim kemarau,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif PJI, Utami Anita Herawati, menyoroti bahwa program ini memberikan kesempatan berharga bagi para siswa untuk menjembatani antara pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, proses pengembangan inovasi ini juga berperan penting dalam mengasah berbagai kemampuan esensial, seperti berpikir kritis, kreativitas, kemampuan riset, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kemampuan-kemampuan tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga, baik untuk kelanjutan pendidikan maupun untuk karier para siswa di masa depan.