Muzani: Sekolah Rakyat Natuna Investasi SDM Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mengunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dan mendorong para siswa untuk tekun belajar serta berani meraih cita-cita.

Dalam kunjungannya pada Rabu (30/9/2026), Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sekretaris Fraksi PKS MPR RI Johan Rosihan. Ia menyempatkan diri berbincang dengan beberapa siswa, termasuk Sapir, siswa kelas I yang merupakan yatim piatu dan menyukai pelajaran matematika, serta Lili Savitri, anak nelayan yang bercita-cita menjadi dokter.

Muzani berpesan kepada anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mencatat pelajaran, berani bertanya, rajin beribadah, serta mendoakan orang tua. Ia berharap program Sekolah Rakyat dapat terus dilanjutkan untuk mencetak generasi berprestasi.

Menurut Muzani, siswa-siswi di Sekolah Rakyat Kabupaten Natuna, yang berasal dari berbagai latar belakang, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan keinginan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. “Semua itu adalah anak-anak yang tadi kita saksikan bersama, mereka bersemangat untuk belajar, mereka bercita-cita menjadi orang yang lebih baik dari taraf hidup yang sekarang ini dan mereka bersemangat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat yang dinilai cukup megah dan representatif. “Karena itu pesan kami adalah mereka bersungguh-sungguhlah belajar karena fasilitas yang sudah cukup megah, cukup bagus, cukup representatif Sekolah Rakyat ini harus dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Politikus Partai Gerindra itu meyakini Sekolah Rakyat dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Pelaksanaan program ini, menurutnya, membutuhkan kesabaran dan ketekunan dari negara. “Harapan kami ini adalah bagian dari cara untuk memberi penanaman, mempersiapkan dari sumber daya manusia Indonesia masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang yang harus sabar, tekun, dan tapi harus dilakoni, dijalani oleh negara,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar