Mentan Amran Tanggapi Keluhan Petani Indramayu, Janjikan Solusi Irigasi hingga Pupuk

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh ribuan petani Indramayu. Dalam pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, berbagai persoalan mendesak seperti irigasi, irigasi perpompaan (IRPOM), pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan) langsung ditindaklanjuti.

Pertemuan yang dihadiri 1.000 petani dari 24 basis Serikat Tani Indramayu ini bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026. Ketua Serikat Tani Indramayu, Casudi, yang akrab disapa Bung Udi, menyampaikan bahwa kebutuhan air menjadi salah satu isu paling krusial, mengingat sebagian besar lahan pertanian di Indramayu mengandalkan sistem tadah hujan.

“Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Menteri terkait kelembagaan tani yang dibentuk oleh petani. Dan juga untuk jaringan irigasi, IRPOM, juga alhamdulillah semua dikabulkan oleh Pak Menteri. Tujuan kita itu buat petani. Dan alhamdulillah juga Pak Menteri Amran merespons semua tuntutan-tuntutan kita sebagai petani,” ujar Udi dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Udi menjelaskan bahwa persoalan air sangat menghambat petani di wilayah seperti Kroya, Gantar, Terisi, dan Cikedung. Petani mengusulkan agar air dari Bendungan Cipanas dapat dialirkan ke lahan pertanian yang berjarak hingga lima kilometer.

Menanggapi hal tersebut, Amran segera menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan progres penanganan jaringan irigasi. “Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita. Bagaimana programnya, progresnya? Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa tidak selesai masalahnya ini rakyat? Inilah gunanya kita melayani rakyat,” tegas Amran saat berkomunikasi melalui telepon.

Lebih lanjut, Amran menargetkan kebutuhan IRPOM petani dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Ia juga menindaklanjuti keluhan mengenai pasokan pupuk dengan segera menghubungi manajer Pupuk Indonesia. “Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada seribu orang di sini,” perintah Amran kepada manajer Pupuk Indonesia.

Udi mengungkapkan apresiasinya atas respons cepat Amran dan jajarannya. Ia juga mengingatkan bahwa Kementan sebelumnya telah memberikan bantuan berupa lima unit hand tractor dan enam unit combine harvester pada aksi beberapa bulan lalu.

Bantuan Alsintan dan Benih Tambahan

Dalam pertemuan tersebut, Amran kembali menyalurkan dukungan tambahan bagi petani Indramayu. Bantuan tersebut meliputi 24 unit hand tractor untuk 24 basis petani, benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare, dan dua unit traktor besar.

Amran juga meresmikan pembentukan Kelompok Maju Berani Berjuang yang dibentuk oleh petani Indramayu, yang diharapkan dapat memperkuat akses petani terhadap program pemerintah.

Respons langsung ini membuat petani merasa diperhatikan. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri Amran atas pemberian bantuan alsintan dan IRPOM-nya. Saya sangat senang, artinya untuk pertanian mudah-mudahan apa yang dikasih oleh Pak Menteri Amran bisa menjadi ringan untuk pekerjaan kita dan juga bermanfaat untuk semua petani Serikat Tani Indramayu,” kata Udi.

Seorang petani bernama Nina Nurhalia turut menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan Amran. “Terima kasih Bapak. I love you full Pak Menteri,” ungkap Nina, yang disambut antusias oleh para petani lainnya.

Tinggalkan komentar