JAKARTA – Nasib Manchester City terkait kasus pelanggaran finansial semakin jelas. Klub berjuluk The Citizens ini telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan.
Pelanggaran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari persoalan laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, hingga kepatuhan terhadap aturan profitabilitas dan keberlanjutan Premier League. Selain itu, City juga didakwa melanggar regulasi UEFA dan kewajiban untuk bekerja sama dalam proses investigasi.
Periode pelanggaran finansial yang dilakukan oleh Manchester City berlangsung selama 14 tahun, yaitu dari tahun 2009 hingga 2023. Keputusan mengenai bersalahnya klub atas dakwaan tersebut dikeluarkan oleh sebuah komisi independen, yang juga akan bertanggung jawab untuk menentukan hukuman yang akan diterima.
Manchester City sendiri telah mengajukan banding atas keputusan tersebut, dengan batas waktu pengajuan banding ditutup pada Jumat (2/10). Proses banding ini diprediksi akan memakan waktu hingga 12 minggu untuk penyelesaiannya.
Pihak Premier League juga memiliki opsi untuk mengajukan banding jika merasa hukuman yang dijatuhkan kepada City tidak memuaskan. Proses banding dari Premier League pun diperkirakan akan memakan waktu serupa, yaitu 12 minggu.
Setiap pihak yang terlibat memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding setelah keputusan terkait kasus ini dikeluarkan. Dengan seluruh proses banding yang harus dilalui, hukuman final untuk Manchester City diperkirakan baru akan diketok palu pada akhir tahun 2026.
Hukuman yang mungkin diterima oleh Manchester City sangat beragam, mulai dari pengurangan poin, larangan melakukan transfer pemain, hingga denda. Ancaman terberat yang mungkin dihadapi City adalah degradasi dari liga atau pencopotan gelar juara yang pernah diraihnya.