Meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia menjadi pengingat krusial akan pentingnya penguatan perlindungan risiko, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Dalam menghadapi dampak finansial yang timbul akibat kejadian tak terduga seperti bencana alam, asuransi memegang peranan strategis.
Direktur Utama PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance), Budi Legowo, menjelaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, perlindungan melalui produk asuransi menjadi salah satu instrumen vital untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko yang mengintai.
“Musibah bisa datang kapan dan di mana saja. Karena itu, memiliki asuransi menjadi salah satu hal yang penting untuk melindungi diri dari berbagai risiko yang tidak terduga,” ujar Budi Legowo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, BRI Insurance turut menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa paket sembako tanggap bencana kepada korban banjir bandang di Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Selasa (29/9/2026) ini merupakan wujud komitmen BRI Insurance dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan, terutama di tengah kondisi kebencanaan.
Bantuan paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan BRI Insurance dan diterima langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu. Nantinya, bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir bandang.
Perwakilan BRI Insurance, Tulus Wibowo, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Jorong Kayu Aro. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi masa pascabencana.
“Kami turut prihatin atas musibah banjir bandang yang terjadi di Jorong Kayu Aro. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen BRI Insurance untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam kondisi sulit seperti saat ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ujar Tulus Wibowo.
Dalam kesempatan yang sama, BRI Insurance juga menyampaikan harapan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak segera dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi kepedulian dan bantuan yang telah diberikan oleh BRI Insurance kepada masyarakat Kabupaten Solok yang menjadi korban bencana. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program TJSL, memiliki arti penting dalam membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat serta proses pemulihan pascabencana.
“Di tengah duka dan bencana galodo yang terjadi di Kabupaten Solok, dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat. Sekali lagi, terima kasih kepada BRI Insurance. Ini menunjukkan bahwa Solok tidak sendiri dalam menghadapi musibah yang kita rasakan pada hari ini,” ujar Bupati Jon.
Melalui program TJSL ini, BRI Insurance menegaskan kembali komitmennya. Perusahaan tidak hanya menjalankan fungsi bisnisnya, tetapi juga aktif memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat dan lingkungan, terutama dalam situasi bencana dan kondisi lain yang membutuhkan kepedulian bersama.
BRI Insurance berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.