Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Vanreko Varkas Bagaskara, yang berpulang saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Kemhan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden ini.
“Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Vanreko Varkas Bagaskara, peserta Latsarmil Komcad ASN dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujar Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Selasa (29/9/2026).
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengenang mendiang Vanreko sebagai sosok patriot muda yang berdedikasi tinggi dan menunjukkan semangat bela negara. Ia menambahkan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Kemhan. “Insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Kemhan untuk semakin memperketat tata kelola pengawasan kesehatan dan keselamatan peserta di lapangan,” jelasnya.
Seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman almarhum Vanreko ditangani dan difasilitasi sepenuhnya oleh Kementerian Pertahanan melalui tim Pusdikkes. Penanganan dilakukan mulai dari RSPAD Gatot Soebroto hingga seluruh rangkaian prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara.
Sebelumnya, Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kemenekraf, meninggal dunia saat menjalani Latsarmil Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tim medis menyebutkan penyebabnya adalah penanganan darurat akibat serangan heatstroke atau sengatan panas.
Kepala RSAU dr Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr Iman Fathurrohman menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Jumat (25/9/2026) pukul 09.30 WIB. Saat itu, Vanreko yang baru menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil, mengeluhkan pandangan gelap dan pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaran saat hendak memasuki sesi latihan kedua.
“Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat,” kata Iman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9).
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heatstroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan. Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan/kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma,” lanjutnya.