Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Rp 278 Triliun, Saham Big Cap Tetap Mendominasi

JAKARTA – Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 278 triliun selama periode perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026. Nilai pasar bursa terpangkas 2,55%, dari Rp 10.905 triliun menjadi Rp 10.627 triliun.

Meskipun terjadi pelemahan nilai pasar secara keseluruhan, saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) masih menjadi penopang utama. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mempertahankan posisinya sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, mencapai Rp 744 triliun.

Di urutan kedua, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar Rp 478 triliun. Menyusul di posisi ketiga adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai pasar Rp 462 triliun.

Selanjutnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menempati peringkat keempat dengan kapitalisasi pasar Rp 391 triliun, diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di posisi kelima senilai Rp 378 triliun.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di urutan keenam dengan kapitalisasi pasar Rp 372 triliun, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai pasar Rp 307 triliun.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menduduki peringkat kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp 222 triliun. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di posisi kesembilan dengan nilai pasar Rp 219 triliun.

Posisi kesepuluh ditempati oleh PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dengan kapitalisasi pasar Rp 213 triliun.

IHSG Melemah, Nilai Transaksi Harian Naik

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa data perdagangan saham selama periode tersebut menunjukkan pergerakan yang beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,28% dalam sepekan dan berakhir di level 6.036,8, turun dari 6.241,8 pada pekan sebelumnya.

Namun, rata-rata volume transaksi harian saham mengalami peningkatan signifikan sebesar 72,51%, dari 29,2 miliar saham menjadi 50,37 miliar saham. “Rata-rata nilai transaksi harian saham juga mengalami peningkatan 5,4% menjadi Rp 12,63 triliun dari Rp 11,98 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangannya, Minggu (3/10/2026).

Meskipun demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian justru mengalami penurunan 7,54%, dari 1,82 juta kali transaksi menjadi 1,68 juta kali transaksi pada pekan yang sama.

Di tengah pergerakan indikator perdagangan yang bervariasi, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell). Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,27 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan net sell senilai Rp 82,55 triliun di pasar saham Indonesia.

Tinggalkan komentar