Kebutuhan akan tenaga jasa yang lebih fleksibel dan bersifat on-demand mulai mendorong perubahan model bisnis di sektor rumah tangga dan properti. Permintaan ini tidak lagi hanya datang dari kebutuhan korporasi, tetapi juga merambah ke hunian, perkantoran, usaha kecil, hingga pengelola properti.
Menyikapi pergeseran ini, Oveersea bersama PT Asiatri Delta Mandiri memperluas model layanan tenaga kerja melalui Appik.id. Layanan ini menyasar kebutuhan mulai dari kebersihan, perawatan taman, jasa tukang, pemeliharaan properti, hingga bantuan rumah tangga.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas pasar layanan tenaga kerja yang sebelumnya lebih banyak berorientasi pada kebutuhan korporasi, kini merambah ke segmen konsumen dan properti.
Strategic Business Manager PT Asiatri Delta Mandiri, Bitova Renovian, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja fleksibel semakin terlihat di luar sektor korporasi. “Selama ini outsourcing lebih banyak dikenal dalam konteks kebutuhan korporasi. Padahal terdapat kebutuhan yang sangat besar dari rumah tangga, hunian, perkantoran, maupun bisnis kecil terhadap tenaga kerja yang sifatnya fleksibel dan on-demand,” ujarnya.
Menurut Bitova, perluasan pasar ini membutuhkan sistem pengelolaan tenaga kerja yang berbeda. Hal ini dikarenakan permintaan konsumen yang lebih beragam, baik dari sisi jenis pekerjaan, durasi, hingga frekuensi penggunaan.
Model on-demand memungkinkan tenaga kerja digunakan untuk pekerjaan satu kali, berkala, maupun dalam periode tertentu. Pola ini dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan operasional rumah tangga dan properti yang tidak selalu membutuhkan tenaga tetap.
Sementara itu, Operations Director Oveersea, Anna Afifa, menilai bahwa pasar jasa rumah tangga dan properti saat ini masih banyak bergantung pada jaringan informal. Kondisi ini membuka ruang bagi perusahaan untuk membangun sistem layanan yang lebih terstruktur. “Kebutuhan terhadap general cleaning, tukang, gardener, maupun bantuan rumah tangga sebenarnya sangat besar, tetapi proses mendapatkannya masih banyak bergantung pada jaringan informal,” ucapnya.
Anna menambahkan, pengembangan bisnis di sektor ini tidak hanya bergantung pada kemudahan pemesanan, tetapi juga pada kemampuan mengelola penjadwalan, tenaga kerja, serta standar layanan. Faktor-faktor tersebut menjadi penting karena bisnis jasa rumah tangga dan properti sangat bergantung pada konsistensi layanan sekaligus kemampuan menyesuaikan kapasitas tenaga kerja dengan permintaan.
Bitova menambahkan, perluasan model layanan ini juga membutuhkan proses seleksi, penempatan, pemantauan, serta pengendalian kualitas tenaga kerja. “Yang ingin dibangun bukan sekadar marketplace jasa. Ada aspek kesiapan tenaga kerja, proses screening, deployment, monitoring, serta kualitas layanan yang harus dikelola,” imbuhnya.
Pada tahap awal, layanan Appik.id difokuskan pada kategori kebersihan, perawatan taman, jasa tukang, pemeliharaan properti, dan bantuan rumah tangga. Ke depan, perluasan kategori akan mengikuti perkembangan permintaan pasar.
Perubahan model ini menunjukkan bahwa sektor jasa rumah tangga dan properti mulai berkembang dari pola informal menuju layanan yang lebih terorganisasi. Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut membuka peluang untuk memperluas pasar sekaligus membangun model pendapatan baru dari kebutuhan operasional hunian dan properti.