Jamie Carragher Desak Gelar Manchester City Dicabut Akibat Pelanggaran Finansial

Mantan pemain legendaris Liverpool, Jamie Carragher, menyuarakan pandangannya terkait kasus pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City. Carragher mendesak agar gelar-gelar yang diraih oleh The Citizens selama periode bermasalah tersebut dicabut.

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan pelanggaran finansial yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Klub berjuluk The Sky Blues ini masih menanti sanksi resmi atas perbuatannya.

Salah satu potensi hukuman yang dihadapi City adalah pencopotan gelar domestik yang mereka raih dalam rentang waktu tersebut. Selama periode 2009-2018, Manchester Biru berhasil mengoleksi 10 gelar, termasuk tiga gelar Premier League.

Carragher berargumen bahwa pelanggaran finansial ini telah merugikan tim-tim lain yang berkompetisi secara jujur. Ia yakin bahwa pencabutan gelar adalah langkah yang adil mengingat ketidaksetaraan yang terjadi.

“Saya rasa gelar atau trofi yang telah diraih Manchester City selama ini seharusnya dihapus dari daftar mereka,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Carragher menambahkan, “Apakah klub lain pantas mendapatkannya atau tidak, itu sedikit berbeda. Namun yang telah dilakukan Manchester City adalah, mereka tidak hanya merugikan pemain mereka sendiri dalam hal tidak ada yang melihat trofi dan medali mereka dengan cara yang sama lagi.”

Selain pencabutan gelar, Carragher juga berharap agar petinggi Manchester City mendapatkan sanksi yang setimpal. Ia menilai keterlibatan para petinggi klub sangat krusial dalam kasus ini dan layak mendapatkan hukuman berupa pencabutan mandat kepemimpinan.

“Mereka memiliki begitu banyak kekuasaan dan keuangan di belakang mereka, tidak ada yang pernah mengatakan tidak kepada mereka. Sampai mereka meninggalkan klub, saya tidak tahu bagaimana noda ini akan dihilangkan dari klub,” tutup Carragher.

Tinggalkan komentar