Indonesia dan UEA Perkuat Kemitraan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

ABU DHABI – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, dan Emirates Center for Strategic Studies and Research (ECSSR) sukses menyelenggarakan Indonesia–UAE Economic Dialogue 2026 di InterContinental Abu Dhabi, Perserikatan Emirat Arab (PEA). Forum yang berlangsung pada Selasa (29/9/2026) ini bertujuan memperdalam kemitraan investasi dan perdagangan bilateral.

Mengusung tema “From CEPA to Resilience: Strengthening Indonesia–UAE Economic Partnership Amid Global Uncertainty”, dialog strategis ini mempertemukan pejabat pemerintah, pakar kebijakan, lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund), serta pimpinan korporasi ternama kedua negara. Tujuannya adalah merumuskan langkah konkret untuk memperkuat kerja sama ekonomi.

Duta Besar RI untuk PEA, Judha Nugraha, menekankan pentingnya menjaga momentum hubungan ekonomi bilateral pasca-berlakunya perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (Indonesia–UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA). Ia menggarisbawahi krusialnya membangun ketahanan ekonomi dan kemitraan jangka panjang di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian pasar global yang kompleks.

“Kerja sama ini tidak sekadar memperluas akses pasar, tetapi menjadi pilar ketahanan ekonomi bersama dalam menghadapi guncangan ekonomi global,” ujar Dubes Judha.

Asisten Wakil Menteri untuk Sektor Proaktif dan Kesiapan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Luar Negeri PEA, H.E. Ayoub Abdulmalik Ahli, turut menegaskan peran vital IUAE-CEPA. Menurutnya, perjanjian ini krusial dalam memperkuat konektivitas arus perdagangan, memperlancar investasi lintas batas, serta memacu kolaborasi sektor swasta kedua negara.

Mendorong Hilirisasi dan Akselerasi Investasi Strategis

Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo, memaparkan fokus pemerintah Indonesia dalam menarik investasi berkualitas. Indonesia memprioritaskan percepatan hilirisasi industri dan penguatan jaringan rantai pasok global.

Ia menambahkan bahwa kerangka IUAE-CEPA menjadi landasan utama untuk ekspansi skala investasi sekaligus penguatan fondasi ekonomi nasional.

Sesi pertama, “Mobilizing Strategic Investment: Building a Future-Oriented Indonesia–UAE Economic Partnership”, menyoroti eksplorasi peluang investasi baru, transformasi digital, pembangunan infrastruktur masa depan, dan efektivitas lembaga investasi berdaulat. Sesi ini menghadirkan pembicara seperti Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Dr. Yose Rizal Damuri, Senior Research Fellow Anwar Gargash Diplomatic Academy Dr. Damyana Bakardzhieva, Chairman & CEO Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, dan Vice President Procurement Damac Digital Philip Smallman.

Optimalisasi IUAE-CEPA dan Ketahanan Rantai Pasok

Sesi kedua bertema “Strategic Trade Partnership under IUAE-CEPA: Navigating Global Uncertainty and Unlocking New Opportunities” membedah pemanfaatan IUAE-CEPA untuk mitigasi risiko global. Diskusi yang dimoderatori peneliti CSIS Farhan Julianto ini menghadirkan panelis Dr. Riandy Laksono (CSIS Indonesia), Rawia Alblooshi (ECSSR), Khalfan Al Muhairi (Borouge), dan Rizky HW Bahanadewa (Samudera Shipping Line Ltd).

Para ahli sepakat bahwa pemangku kepentingan kedua negara harus bergerak cepat dari sekadar memanfaatkan kesepakatan akses pasar menuju eksekusi dan implementasi konkret. Hal ini mencakup penyederhanaan fasilitasi investasi, harmonisasi regulasi, penyelarasan kerja sama antarlembaga, serta keterlibatan aktif sektor swasta demi mewujudkan manfaat nyata bagi pelaku usaha di Indonesia maupun PEA.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Abu Dhabi, Nova Herlangga Masrie, menutup dialog dengan menegaskan komitmen berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk mengawal setiap rekomendasi kebijakan agar bertransformasi menjadi proyek investasi dan transaksi perdagangan yang nyata.

Hubungan bilateral Indonesia dan PEA mengalami akselerasi signifikan sejak penandatanganan IUAE-CEPA pada pertengahan 2022 dan implementasinya pada 2023. PEA merupakan salah satu mitra investasi utama Indonesia dari kawasan Timur Tengah, dengan cakupan investasi yang meluas ke sektor energi terbarukan, infrastruktur pelabuhan, jaringan pusat data (data center), hingga ketahanan pangan.

Penyelenggaraan Indonesia–UAE Economic Dialogue 2026 menjadi forum krusial di tengah eskalasi konflik geopolitik regional dan fragmentasi perdagangan dunia. Forum ini memastikan kerangka kerja sama komersial yang terbangun dapat beradaptasi secara fleksibel, memperkuat daya saing rantai pasok, serta menjamin stabilitas pertumbuhan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.

Tinggalkan komentar