Lembaga riset Oxford Economics baru saja merilis daftar 1.000 kota global melalui Global Cities Index 2026. Dalam pemeringkatan tersebut, Jakarta berhasil menduduki posisi ke-140.
Laporan tersebut memecah penilaian ke dalam lima kategori utama: ekonomi, modal manusia (human capital), kualitas hidup (quality of life), lingkungan (environment), dan tata kelola (governance). Masing-masing kategori memberikan gambaran spesifik mengenai performa kota.
Di sektor ekonomi, Jakarta tercatat berada di peringkat 59. Sementara itu, performa ibu kota Indonesia ini sangat menonjol pada kategori modal manusia, menempati peringkat ke-23 dari total 1.000 kota yang dinilai.
Namun, pada kategori kualitas hidup, Jakarta berada di peringkat 561. Posisi serupa juga terlihat pada kategori lingkungan, di mana Jakarta menempati urutan ke-553. Untuk aspek tata kelola pemerintahan (governance), Jakarta berada di peringkat ke-372.
Secara keseluruhan, peringkat ke-140 menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota global yang memiliki potensi, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia. Indeks ini memberikan pandangan komprehensif mengenai berbagai aspek yang membentuk sebuah kota global.
Dalam laporan yang sama, Oxford Economics juga memproyeksikan pertumbuhan signifikan pada jumlah rumah tangga berpendapatan tinggi di Jakarta. Diperkirakan, dalam 25 tahun ke depan, Jakarta akan mengalami penambahan lebih dari 1,7 juta rumah tangga dengan kategori pendapatan tersebut.