IPCC Lepas Kepemilikan Terminal Kendaraan Maspion Senilai Rp 13,78 Miliar

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), salah satu entitas Grup Pelindo, melakukan perampingan portofolio dengan menjual kepemilikannya atas Manajemen Operasi Maspion Terminal Kendaraan Indonesia. Terminal ini merupakan fasilitas pertama dan modern yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Senior Manager Sekretaris Perusahaan IPCC, Roro Endah Dwi Liesly Puspita Sari, mengonfirmasi bahwa perseroan telah mengakhiri perjanjian kerja sama atas Manajemen Operasi Maspion Terminal Kendaraan Indonesia dengan PT Maspion Industrial Estate. Perjanjian yang ditandatangani pada Rabu, 30 September 2026, ini sekaligus menandai penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) antara kedua belah pihak.

“Objek transaksi adalah kepemilikan perseroan atas manajemen kerja sama operasi Maspion Terminal Kendaraan Indonesia yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur,” ungkap Roro dalam pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/9/2026).

Roro menambahkan, nilai transaksi yang disepakati dalam PPJB tersebut adalah sebesar Rp13,78 miliar. Dana ini akan dibayarkan oleh PT Maspion Industrial Estate kepada IPCC setelah seluruh persyaratan dalam PPJB terpenuhi. Ia juga menjelaskan bahwa nilai transaksi ini tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan terakhir. Oleh karena itu, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/2020.

Masuknya entitas Grup Pelindo ke terminal kendaraan di Gresik ini sebelumnya sejalan dengan program kerja Pelindo, yaitu Pendulum Nusantara dan Tol Laut. Program-program pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan di seluruh Indonesia.

Kemitraan strategis antara Grup Pelindo, yang diwakili IPCC, dan PT Maspion Group, yang diwakili PT Maspion Industrial Estate, untuk mengembangkan infrastruktur kepelabuhanan di wilayah timur Indonesia telah terjalin sejak 2 Desember 2014. Dari kerja sama tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyiapkan pembangunan sekaligus mengoperasikan terminal kendaraan di Maspion Industrial Estate, yang dirancang menjadi terminal kendaraan pertama dan modern di Jawa Timur.

Terminal kendaraan ini dirancang untuk melayani bongkar muat kendaraan, alat berat, dan suku cadang yang diangkut melalui kapal RoRo. Keberadaan terminal ini diharapkan dapat memotong rantai logistik, menurunkan biaya logistik, menghemat waktu, serta berfungsi sebagai pusat distribusi kendaraan untuk wilayah timur Indonesia.

Bersamaan dengan pengumuman pelepasan portofolio IPCC di Maspion Terminal Kendaraan Indonesia, saham IPCC terpantau mengalami koreksi. Saham IPCC terkoreksi sebanyak 15 poin atau 1,39% ke level 1.065 pada pembukaan perdagangan, setelah sebelumnya dibuka di 1.080. Koreksi ini melanjutkan tren pelemahan saham IPCC yang tercatat sebesar 2,74% dalam sepekan terakhir dan 23,10% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Tinggalkan komentar