JAKARTA – Di balik produk sehari-hari seperti pipa PVC, plastik, cat, karet, hingga kabel, terdapat bahan baku krusial yang dikenal sebagai kalsium karbonat (calcium carbonate). Mengakui luasnya pemanfaatan material ini di sektor manufaktur, PT Supersonic Chemical Industry (SCI) melakukan ekspansi kapasitas produksi.
Perusahaan yang berada di bawah naungan holding PT Singa Investindo Development (SID) ini menambah satu mesin baru dari Jerman untuk fasilitas produksinya yang berlokasi di Rembang, Jawa Tengah. Langkah ini secara signifikan meningkatkan kapasitas produksi Supersonic dari 18 ribu menjadi 25 ribu ton per bulan, atau bertambah 7.000 ton per bulan. Dengan penambahan ini, kapasitas produksi perusahaan melonjak hampir 39%.
Boediono Tjiptodihardjo, presiden direktur Singa Investindo Development, menjelaskan bahwa pengembangan Supersonic merupakan bagian dari strategi holding untuk memperkuat portofolio bisnis manufaktur. Selain itu, ekspansi ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan di dalam grup yang memiliki fundamental dan pasar yang jelas. “Kami melihat Supersonic memiliki posisi yang menarik karena produknya menjadi bagian dari rantai pasok berbagai industri termasuk produksi cat di dalam grup holding kita sendiri seperti Cat Paragon dan Penta Prima,” ujarnya.
Ia menambahkan, penambahan kapasitas ini tidak hanya sebatas peningkatan volume produksi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk dukungan holding agar Supersonic terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang kian membesar. Kalsium karbonat atau CaCO₃ memiliki aplikasi yang jauh lebih beragam dari yang umum diketahui.
Dalam industri pasta gigi, kalsium karbonat berfungsi sebagai bahan abrasif ringan untuk membantu pembersihan dan pemolesan gigi, sekaligus sebagai bahan pengisi dalam formulasi. Di sektor plastik dan *filler masterbatch*, material ini berperan sebagai bahan pengisi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan karakteristik produk. Untuk pipa PVC dan atap PVC, kalsium karbonat berkontribusi pada peningkatan karakteristik pemrosesan serta sifat fisik, mekanik, dan optik produk.
Penggunaannya meluas ke industri cat, karet, dan kabel. Pada cat, kalsium karbonat berfungsi sebagai campuran warna putih sekaligus bahan pengisi. Dalam industri karet, material ini telah lama menjadi salah satu bahan pengisi utama yang berfungsi menambah volume produk sekaligus menekan biaya penggunaan bahan karet yang lebih mahal. Sementara itu, pada industri kabel, kalsium karbonat dimanfaatkan pada aplikasi spesifik berkat karakteristik fisik dan kimianya. Tidak berhenti di situ, kalsium karbonat juga digunakan dalam berbagai produk bahan bangunan, termasuk industri mortar.
Supersonic memproduksi *ground calcium carbonate* (GCC) dengan standar kualitas internasional. Teknologi produksi yang dikembangkan mampu menghasilkan tingkat kehalusan partikel D98 sekitar 5 hingga 40 mikron, dengan memanfaatkan bahan baku pilihan. Pentingnya pengembangan teknologi ini terletak pada fakta bahwa kebutuhan setiap industri terhadap kalsium karbonat bervariasi. Ukuran partikel, tingkat kehalusan, dan karakteristik material dapat disesuaikan dengan aplikasi produk akhir.
“Penambahan mesin ini menjadi langkah penting bagi kami untuk meningkatkan kemampuan produksi. Kami sekarang memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melayani kebutuhan pelanggan dari berbagai macam sektor industri dengan tetap menjaga kualitas dan ketepatan pasokan,” ujar Jonny Rayau, direktur Supersonic Chemical Industry.