IHSG Merosot, 15 Saham Cetak Penguatan Signifikan Hingga 34%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026), terkoreksi 94 poin atau 1,51% ke posisi 6.147,8. Meskipun demikian, sejumlah saham menunjukkan performa positif yang impresif.

Beberapa saham dalam indeks LQ45 terpantau menguat, dengan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin kenaikan 3,3%. Lebih lanjut, lima saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA) atau batas kenaikan tertinggi yang diizinkan bursa. Saham TAMU melonjak 34,6% ke Rp 35, saham BLTA naik 34,3% ke Rp 43, dan saham MIRA menguat 33,3% ke Rp 32. Menyusul, saham PBRX juga naik 33,3% ke Rp 32, dan saham PPRO bertambah 33,3% ke Rp 20.

Daftar saham dengan kenaikan signifikan terus bertambah. Saham VIVA melesat 33,3% ke Rp 48, saham ANDI naik 31,8% ke Rp 29, dan saham BEKS menguat 31,8% ke Rp 29. Selain itu, saham TAXI melonjak 28,5% ke Rp 18, dan saham BTEK bertambah 27,2% ke Rp 14.

Saham IFSH mencatatkan kenaikan 25% ke Rp 1.250, saham SEMA menguat 25% ke Rp 330, dan saham BSWD naik 24,9% ke Rp 1.855. Saham SOSS juga melonjak 24,7% ke Rp 1.110, dan saham SONA bertambah 24,6% ke Rp 2.980. Secara keseluruhan, saham TAMU hingga PPRO tercatat mengalami lonjakan harga antara 33% hingga 34%.

Secara total, terdapat 192 saham yang menguat, berbanding terbalik dengan 554 saham yang melemah dan 217 saham yang stagnan. Nilai transaksi bursa pada hari itu mencapai Rp 12,49 triliun.

Dua sektor berhasil ditutup di zona hijau, yaitu sektor transportasi yang naik 0,47% dan sektor energi yang menguat tipis 0,04%. Namun, mayoritas sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor teknologi anjlok 4,46%, diikuti sektor barang baku sebesar 3,33%, dan sektor barang konsumen non-primer 3,04%. Sektor infrastruktur terkoreksi 2,3%, sektor keuangan 1,19%, sektor properti 1,6%, sektor barang konsumen primer 0,98%, sektor kesehatan 0,66%, dan sektor perindustrian 0,32%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal. Di antaranya adalah pelemahan bursa saham regional Asia, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang kembali menanjak.

Ketidakpastian di Timur Tengah kembali membayangi pasar setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, kenaikan yield obligasi AS, dengan yield obligasi 10 tahun yang mendekati 5,17%, turut memberikan tekanan pada IHSG.

Pasar kini menanti sejumlah rilis data ekonomi penting dari AS pada pekan ini, termasuk data inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed dan data ketenagakerjaan. Data-data ini akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan.

Dari dalam negeri, Pilarmas menambahkan bahwa investor juga mencermati dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah resmi menerapkan batas minimum harga saham baru sebesar Rp 1, menggantikan batas sebelumnya Rp 50, mulai Senin (28/9/2026). Bersamaan dengan itu, BEI memperketat kriteria masuk Papan Pemantauan Khusus melalui mekanisme Full Call Auction (FCA), yang menyebabkan 92 saham keluar dari papan tersebut.

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru memberikan keuntungan besar. Lima saham tercatat memberikan cuan tertinggi dengan kenaikan harga mencapai 33% hingga 34% dalam sehari. Saham-saham tersebut adalah PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) yang melesat 34,6% ke Rp 35, PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yang naik 34,3% ke Rp 43, dan PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) yang melonjak 33,3% ke Rp 32.

Selanjutnya, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) juga meningkat 33,3% ke Rp 32, dan PT PP Property Tbk (PPRO) terangkat 33,3% ke Rp 20. Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan tajam. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) longsor 15% ke Rp 306, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) ambles 15% ke Rp 51, dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) jatuh 14,9% ke Rp 770.

Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) terkikis 14,8% ke Rp 166, sementara PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) turun 14,8% ke Rp 8.625.

Tinggalkan komentar