IHSG Menguat ke 6.036, Delapan Saham Kompak Cetak Kenaikan Tertinggi 25%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Indeks tercatat naik 27,3 poin atau 0,46% ke level 6.036,8.

Sejumlah saham dalam indeks LQ45 menunjukkan tren positif. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu yang terkuat, dengan kenaikan 7,14% hingga mencapai harga Rp 30.

Perdagangan hari itu juga diwarnai oleh delapan saham yang kompak mencapai Auto Rejection Atas (ARA), menandakan kenaikan harga maksimal yang diizinkan dalam satu hari. Saham BLTZ memimpin dengan lonjakan 25% ke Rp 3.600, diikuti BSWD yang juga naik 25% ke Rp 3.600. Saham ROCK melonjak 24,8% ke Rp 2.960, dan MBSS naik 24,7% ke Rp 3.630.

Saham STAR turut melesat 24,5% menjadi Rp 386, TFCO melonjak 24,4% ke Rp 915, TIFA naik 24,4% ke Rp 356, dan PGLI menguat 24,3% ke Rp 266. Saham-saham ini, bersama BLTZ hingga STAR, menjadi top gainers dengan kenaikan harga antara 24% hingga 25%.

Secara keseluruhan, pasar mencatat 332 saham menguat, 357 saham melemah, dan 274 saham stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 12,16 triliun.

Mayoritas sektor saham ditutup menguat. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 1,5%, diikuti sektor energi (1,12%), barang konsumen primer (0,67%), barang baku (0,47%), properti (0,39%), kesehatan (0,2%), dan keuangan (0,19%).

Namun, beberapa sektor mengalami pelemahan, yaitu sektor perindustrian (-1,7%), transportasi (-1,38%), infrastruktur (-0,9%), dan barang konsumen non-primer (-0,07%).

Pilarmas Investindo Sekuritas mengemukakan bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu sentimen yang membebani pasar. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Menurut Pilarmas, kenaikan harga minyak menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan inflasi serta memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Situasi ini berpotensi membuat investor lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, Pilarmas menyebutkan investor juga mencermati arah kebijakan pasca perombakan kabinet. Di sisi lain, surplus perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 menjadi sentimen positif. Badan Pusat Statistik melaporkan surplus perdagangan mencapai US$ 3,55 miliar, naik signifikan dari surplus US$ 120 juta pada Juli 2026.

Investor juga akan memantau rilis data ekonomi domestik pekan depan, termasuk cadangan devisa September, indeks keyakinan konsumen, dan penjualan ritel Agustus.

Pada hari yang sama, lima saham memberikan keuntungan besar dengan kenaikan harga mencapai 24% hingga 25% hanya dalam satu hari perdagangan.

Saham-saham tersebut meliputi PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang naik 25% menjadi Rp 3.600, PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang melonjak 25% menjadi Rp 3.600, dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang menguat 24,8% menjadi Rp 2.960.

Selain itu, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) meningkat 24,7% menjadi Rp 3.630, dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terangkat 24,5% menjadi Rp 386.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) longsor 14,9% ke Rp 4.570, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) ambles 14,8% ke Rp 400, dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) jatuh 14,8% ke Rp 252.

Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terkoreksi 14,6% menjadi Rp 163, dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) terkikis 14,4% ke Rp 3.010.

Tinggalkan komentar