Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum menunjukkan penguatan yang solid pada perdagangan sesi I Selasa (29/9/2026). IHSG tercatat melemah 12,86 poin atau 0,21% ke level 6.134,99, dengan pergerakan bervariasi antara 6.013 hingga 6.150.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan mencapai lebih dari 20%. Bahkan, tiga saham di antaranya berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Total ada 24,26 miliar lembar saham diperdagangkan pada sesi I, dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,1 triliun dan frekuensi 1.177.544 transaksi.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sebanyak 242 saham menguat, 426 saham melemah, dan 120 saham stagnan. Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan tipis sebesar 0,03%.
Mayoritas sektor saham juga tercatat melemah pada penutupan sesi I. Sektor teknologi memimpin pelemahan dengan ambles 2,94%, diikuti sektor barang konsumsi non primer (-1,32%), properti (-1,02%), kesehatan (-0,67%), dan energi (-0,64%). Sementara itu, sektor infrastruktur menguat 0,39%, sektor perindustrian 0,19%, dan sektor barang konsumsi primer 0,19%.
Perdagangan saham di bursa Asia pada sesi I juga menunjukkan tren pelemahan. Indeks Shanghai (China) melemah 0,02%, Nikkei (Jepang) turun 1,33%, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,64%, dan Straits Times (Singapura) melemah 0,5%.
Saham dengan Kinerja Tertinggi
Beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, bahkan ada tiga yang menyentuh batas auto rejection atas (ARA). PT Fishdeco Tbk (IFSH) melonjak 24,8% ke Rp 1.560, PT ALSOK Indonesia Services Tbk (SOSS) melesat 24,77% ke Rp 1.385, dan PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menguat 24,53% ke Rp 2.310.
Saham-saham top gainers lainnya termasuk PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang menanjak 25,97% ke Rp 97, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkerek 22,73% ke Rp 216, dan PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) naik 20,61% ke Rp 398.
Saham dengan Kinerja Terendah
Di sisi lain, terdapat empat saham yang mengalami pelemahan paling parah hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Harga sahamnya ambrol lebih dari 14%. Saham-saham tersebut adalah PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang ambruk 14,77% menjadi Rp 150, PT Inter Delta Tbk (INTD) jatuh 14,63% ke Rp 350, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melemah 14,38% ke Rp 262, dan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) terkoreksi 14% menjadi Rp 86.