Analis Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak konsolidasi pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Perkiraan rentang pergerakan IHSG berada di antara level resistance 6.200, pivot 6.100, dan support 6.000.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi memberikan keuntungan bagi investor, salah satunya adalah saham EMAS.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar 0,83% ke level 6.071,14 pada Rabu, 30 September 2026, setelah sempat mencatatkan penguatan hingga menyentuh angka 6.187.
Secara analisis teknikal, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa histogram MACD masih berada di area negatif, sementara Stochastic RSI terpantau masih berada di area oversold. “IHSG hari ini diprediksi masih konsolidasi pada kisaran 6.000-6.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (1/10/2026).
Phintraco Sekuritas mengamati bahwa investor akan menantikan rilis data inflasi domestik. Konsensus memproyeksikan adanya kenaikan inflasi menjadi 0,31% month-on-month (MoM) pada September 2026, naik dari 0,21% MoM di Agustus 2026. Secara tahunan, inflasi diperkirakan mencapai 3,3% year-on-year (YoY) pada September 2026, meningkat dari 3,19% YoY pada periode yang sama tahun sebelumnya. Inflasi inti juga diprediksi mengalami peningkatan menjadi 3% YoY dari 2,92% YoY.
Dalam konteks Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati anggaran subsidi energi sebesar Rp 261,5 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp 11,4 triliun dari rencana awal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang mencapai Rp 272,94 triliun.
“Jika harga minyak berlanjut meningkat hingga tahun depan maka berpotensi akan membuat inflasi cenderung bertahan di level tinggi,” papar Phintraco Sekuritas.
Data Penting Domestik
Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa surplus neraca perdagangan diperkirakan mengalami peningkatan menjadi US$ 0,6 miliar pada Agustus 2026, naik dari US$ 0,13 miliar pada Juli 2026. Namun, pertumbuhan ekspor diprediksi melambat menjadi 4,2% YoY, menurun dari 6,05% YoY pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, impor diperkirakan berakselerasi dengan pertumbuhan mencapai 31,7% YoY di Agustus 2026, meningkat dari 27% YoY pada Juli 2026.
“Sementara itu, indeks S&P Global Manufacturing PMI diperkirakan kembali naik ke level ekspansi di 50,3 pada September, dari level 49,8 yang akan dirilis hari ini juga,” jelas Phintraco Sekuritas.
Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang memiliki potensi keuntungan, yaitu EMAS, INDF, ANTM, INKP, dan BDMN.