Garuda Indonesia Siapkan Rights Issue Rp 5,6 Triliun dengan Inbreng Saham GMFI

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari rencana restrukturisasi perseroan.

Manajemen Garuda menjelaskan, rights issue ini akan dilakukan setelah adanya inbreng lahan oleh PT Angkasa Pura (API) kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Setelah inbreng lahan tersebut, kepemilikan API atas saham GMFI menjadi mayoritas, meskipun Garuda tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Tahap awal dari restrukturisasi penyehatan perseroan adalah inbreng lahan API. Selanjutnya, saham GMFI yang dimiliki API akan dialihkan kepada InJourney, dan kemudian kepada PT Danantara Asset Management (DAM) melalui pembagian dividen dalam bentuk selain uang atau dividend in specie.

“Lebih lanjut, sebagai bagian dari rangkaian rancangan restrukturisasi penyehatan sebagaimana disebutkan di atas, perseroan berencana untuk melakukan aksi korporasi berupa PMHMETD,” terang manajemen Garuda dalam keterbukaan informasi.

Dalam aksi korporasi ini, DAM bermaksud untuk melaksanakan hak memesan efeknya dengan melakukan rencana inbreng saham GMFI yang diperoleh dari InJourney senilai Rp 5,66 triliun. Pemegang hak memesan efek lainnya dapat menyetor secara tunai.

Sisa dana dari rights issue akan digunakan perseroan sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha dan realisasi rencana transformasi. Fokus pada tahun 2026 adalah stabilisasi dan pemulihan ketahanan operasional. Mulai tahun 2027, Garuda Indonesia Group akan melakukan perbaikan struktural mencakup sumber daya manusia, proses, dan kapabilitas digital.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp 25 per saham melalui rights issue.

Terkait rencana ini, Garuda akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026.

Tinggalkan komentar