JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas, telah merilis laporan keuangan auditan untuk semester pertama tahun 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 1,77 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 1,32 miliar.
Kontributor utama pendapatan DSSA masih berasal dari sektor pertambangan dan perdagangan batu bara. Segmen ini mencatatkan lonjakan pendapatan menjadi US$ 1,53 miliar, naik dari US$ 1,18 miliar pada semester I-2025. Di sektor teknologi, pendapatan dari penyediaan TV kabel dan internet juga mengalami penguatan substansial, mencapai US$ 170,49 juta, melonjak dari US$ 87,15 juta di periode yang sama tahun lalu.
Meskipun beban pokok penjualan DSSA turut meningkat sekitar 34%, laba kotor perusahaan tetap terdorong naik menjadi US$ 641,23 juta pada semester I-2026, dari US$ 479,65 juta di semester I-2025. Pertumbuhan yang sejalan ini menunjukkan efisiensi operasional perusahaan.
Pencapaian paling menonjol terlihat pada laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. DSSA berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 174,35 juta di semester I-2026, sebuah lompatan fantastis sebesar 79,5% dibandingkan dengan US$ 97,08 juta pada semester I-2025.
Per tanggal 30 Juni 2026, total aset DSSA tercatat sebesar US$ 6,07 miliar, mengalami lonjakan signifikan dari US$ 4,41 miliar pada akhir tahun 2025. Seiring dengan pertumbuhan aset, total liabilitas perseroan juga meningkat menjadi US$ 3,02 miliar, naik dari US$ 2,15 miliar. Manajemen DSSA menjelaskan bahwa peningkatan total aset utamanya didorong oleh pengembangan investasi yang dimiliki perseroan, sementara peningkatan total liabilitas terutama disebabkan oleh pinjaman bank jangka panjang yang diambil pada tahun 2026.