Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 50,5 poin atau 0,83% ke level 6.071,1 pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Meskipun mayoritas indeks terkoreksi, beberapa saham mencatatkan penguatan signifikan.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang termasuk dalam indeks LQ45 terpantau menguat 7,5% ke harga Rp 27.075. Di sisi lain, terdapat enam saham yang kompak mencapai Auto Rejection Atas (ARA) atau batas kenaikan harga tertinggi yang diizinkan dalam satu hari perdagangan.
Saham AIMS melesat 25% ke harga Rp 605, diikuti saham SAFE yang melonjak 25% menjadi Rp 570. Saham SAPX juga tak kalah impresif dengan kenaikan 24,6% ke level Rp 404. Saham BSWD melonjak 24,6% ke Rp 2.880, sementara saham BLTZ melejit 24,5% menjadi Rp 2.310, dan saham CCSI melonjak 24,5% ke level Rp 376.
Secara keseluruhan, sebanyak 325 saham tercatat menguat, 371 saham melemah, dan 267 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 13,4 triliun.
Dua sektor saham berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor perindustrian memimpin penguatan sebesar 1,17%, disusul sektor barang konsumen primer sebesar 0,15%. Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor teknologi yang turun 2,76%, sektor barang konsumen non-primer 2,36%, dan sektor energi 1,35%.
Sektor lainnya yang juga mengalami pelemahan antara lain sektor transportasi (0,7%), sektor keuangan (0,6%), sektor infrastruktur (0,37%), sektor properti (0,36%), dan sektor barang baku (0,28%). Sektor kesehatan tercatat stagnan.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, kekhawatiran mengenai pasokan minyak mulai mereda setelah sebagian kapasitas pipa minyak East-West Arab Saudi pulih dan pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah terkait pelepasan cadangan darurat.
Sementara dari dalam negeri, DPR RI telah mengesahkan APBN 2027 menjadi undang-undang pada Selasa (29/9/2026). Anggaran tersebut menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dengan defisit fiskal 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Namun, Pilarmas menambahkan, tekanan terhadap IHSG juga datang dari kebijakan The Fed terhadap Bank Indonesia, serta potensi keluarnya modal asing jika tekanan di pasar keuangan global kembali meningkat.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG
Pada perdagangan hari ini, meskipun IHSG secara keseluruhan melemah, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan besar bagi investor. Saham-saham ini mencatatkan kenaikan harga antara 24% hingga 25% hanya dalam satu hari.
Saham-saham tersebut meliputi PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang melesat 25% menjadi Rp 605, PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang melonjak 25% menjadi Rp 570, dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang naik 24,6% menjadi Rp 404. Selain itu, saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) juga meningkat 24,6% menjadi Rp 2.880, dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) terangkat 24,5% menjadi Rp 2.310.
Di sisi lain, beberapa saham justru mengalami kejatuhan signifikan. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) longsor 14,8% menjadi Rp 6.300, diikuti PT ALSOK Indonesia Services Tbk (SOSS) yang ambles 14,8% menjadi Rp 1.180. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) jatuh 14,5% menjadi Rp 224.
Saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) juga terjungkal 14,4% menjadi Rp 1.040, dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) terkikis 14,2% menjadi Rp 12.