J Trust Bank Raih Laba Rp80,23 Miliar di Paruh Pertama 2026

JAKARTA – PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp80,23 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Untuk terus mengakselerasi profitabilitas, perseroan telah menyusun rencana strategis yang berfokus pada diversifikasi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income, partisipasi dalam kredit sindikasi, serta transformasi digital dan penguatan jaringan operasional.

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menjelaskan bahwa efisiensi biaya dana yang kini berada di level 4,69% akan terus dioptimalkan. Fokus selanjutnya adalah memperbesar porsi giro dan tabungan melalui penyediaan layanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan transaksi nasabah. “Secara simultan, kami akan memacu pertumbuhan fee-based income dan kredit sindikasi guna memperkokoh profitabilitas perseroan,” jelas Ritsuo dalam public expose, Rabu (30/9/2026).

Dari sisi fungsi intermediasi, J Trust Bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp29,25 triliun per akhir Juni 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,59% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp26,94 triliun. Pertumbuhan fungsi intermediasi ini diimbangi dengan komitmen perseroan dalam menjaga manajemen risiko, yang tercermin pada peningkatan kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) neto berhasil ditekan menjadi 1,78% pada Juni 2026, turun signifikan dari 2,26% pada akhir tahun 2025. Pada periode yang sama, total aset perseroan tercatat mencapai Rp39,83 triliun. Ritsuo mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit yang progresif ini berjalan selaras dengan penurunan rasio NPL neto. Prioritas strategis perseroan ke depan adalah mempertahankan kualitas portofolio kredit secara prudent, sekaligus melakukan ekspansi bisnis pada segmen komersial, korporasi, dan ritel.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa ekspansi kredit ini menjadi mesin pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan bagi perseroan,” ujar dia.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) J Trust Bank tercatat mencapai Rp33,92 triliun per Juni 2026, tumbuh 1,08% dibandingkan akhir tahun 2025. Perseroan berhasil melakukan optimalisasi struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA). Perolehan giro meningkat signifikan menjadi Rp6,29 triliun dari sebelumnya Rp3,93 triliun, sementara posisi tabungan berada di angka Rp3,12 triliun.

Peningkatan porsi dana murah ini berhasil menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) secara efisien menjadi 4,69% pada Juni 2026, dari sebelumnya 5,27% pada Desember 2025. Manajemen menegaskan bahwa penguatan CASA berbasis digital akan terus menjadi salah satu pilar utama pengembangan bisnis perseroan.

Struktur permodalan J Trust Bank juga menunjukkan penguatan yang solid. Total modal perseroan meningkat menjadi Rp3,71 triliun pada Juni 2026, dibandingkan Rp3,15 triliun pada akhir tahun 2025. Sejalan dengan itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) terkerek naik menjadi 14,53% dari posisi sebelumnya sebesar 12,53%.

Rencana kerja strategis J Trust Bank juga mencakup modernisasi sistem inti perbankan atau core banking system, pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui manajemen karier yang terstruktur, serta internalisasi budaya perusahaan. Langkah komprehensif ini diarahkan sepenuhnya untuk mendukung eksekusi strategi bisnis dan meningkatkan standar layanan kepada nasabah.

Tinggalkan komentar