IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Phintraco Sekuritas Ungkap 6 Saham Berpotensi Cuan

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak dalam tren konsolidasi pada penutupan kuartal III-2026, tepatnya di perdagangan Rabu (30/9/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan rentang pergerakan IHSG hari ini berada di antara level resistance 6.250, pivot 6.200, dan support 6.000.

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sebelumnya, IHSG tercatat ditutup melemah pada level 6.121,70 atau turun 0,43% pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Pelemahan terbesar terjadi pada sektor teknologi yang mengalami koreksi 3,37%.

IHSG sempat mengalami penurunan hingga menyentuh level 6.013. Kondisi ini sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 18.031 per dolar Amerika Serikat. Namun, penguatan nilai tukar rupiah di akhir perdagangan membantu IHSG bangkit dari titik terendah intraday.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG membentuk long lower shadow. Akan tetapi, penutupan indeks yang masih berada di area negatif belum mengindikasikan adanya konfirmasi pembalikan arah atau reversal. Beberapa indikator teknikal lainnya juga belum menunjukkan sinyal reversal.

“Sehingga diperkirakan IHSG hari ini akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.050-6.200. Perlu diwaspadai meningkatnya fluktuasi karena penutupan Kuartal III-2026,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (30/9/2026).

Fiskal Tetap Terjaga

Phintraco Sekuritas menambahkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah secara resmi menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi Undang-Undang kemarin. APBN 2027 tetap mempertahankan defisit fiskal sesuai dengan usulan awal nota keuangan, yaitu sebesar Rp 671,16 triliun atau setara dengan 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Terdapat perubahan pada target pendapatan dan belanja negara. Untuk pendapatan negara, kesepakatan terbaru antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR mencapai Rp 3.435,10 triliun, meningkat dari usulan awal Rp 3.426,03 triliun. Sementara itu, target belanja negara berubah menjadi Rp 4.106,26 triliun dari usulan semula Rp 4.097,19 triliun.

“Postur APBN 2027 tersebut menunjukkan ekspansi fiskal yang relatif terjaga. Kenaikan belanja terutama berasal dari belanja kementerian/lembaga, sedangkan transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak berubah,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menegaskan bahwa APBN ini diharapkan dapat menjaga dukungan fiskal terhadap pertumbuhan domestik, khususnya pada konsumsi dan investasi. Namun, penting untuk tetap memperhatikan ruang fiskal dan kebutuhan pembiayaan karena defisit yang masih relatif besar.

Beberapa alokasi anggaran utama dalam APBN 2027 meliputi pendidikan sebesar Rp 824 triliun, perlindungan sosial Rp 539,7 triliun, kesehatan Rp 244,9 triliun, dan ketahanan pangan nasional Rp 195,3 triliun.

Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang berpeluang memberikan keuntungan, yaitu ANTM, BBRI, BMRI, EXCL, TINS, dan MDKA.

Tinggalkan komentar