IHSG Bergerak Tipis di Tengah Ketidakpastian Global dan Sentimen Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif yang moderat pada sesi pertama perdagangan Rabu, 30 September 2026. Indeks tercatat bertambah 9 poin atau 0,15% ke level 6.130.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa pergerakan IHSG hari ini ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari pasar global dan domestik. Meskipun demikian, laju penguatan indeks belum optimal karena pasar masih menghadapi berbagai ketidakpastian global yang membayangi.

Dari sisi eksternal, Pilarmas mencatat bahwa indeks saham Asia cenderung menguat. Hal ini seiring dengan meredanya tekanan pada harga minyak dunia. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak mulai berkurang setelah sebagian kapasitas pipa minyak East-West di Arab Saudi kembali pulih dan pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah terkait pelepasan cadangan darurat.

“Meredanya harga minyak menjadi sentimen positif bagi pasar karena dapat mengurangi tekanan inflasi serta kekhawatiran terhadap prospek kebijakan moneter,” tulis Pilarmas dalam risetnya pada Rabu (30/9/2026).

Sentimen positif lainnya datang dari China. Data dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa PMI manufaktur September mengalami kenaikan menjadi 50,1, naik dari 49,8 pada bulan Agustus. Angka di atas 50 mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi setelah mengalami kontraksi selama dua bulan. PMI nonmanufaktur juga menunjukkan peningkatan, mencapai 50,2 dari 50,0 pada Agustus.

Pilarmas menilai perbaikan aktivitas manufaktur dan jasa di China memberikan katalis tambahan bagi pasar saham di kawasan Asia, mengingat China merupakan salah satu mesin penggerak utama perekonomian regional.

Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi China. Reuters melaporkan bahwa konsumsi domestik dan investasi masih menunjukkan kelemahan, sementara sektor properti terus menjadi salah satu hambatan bagi pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

APBN Menjadi Penopang

Dari dalam negeri, Pilarmas menginformasikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi telah mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi undang-undang pada Selasa, 29 September 2026. Anggaran ini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan mempertahankan defisit fiskal pada angka 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut Pilarmas, kepastian mengenai APBN 2027 menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan karena memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung.

“Meski demikian, sejumlah beban masih membuat IHSG belum mampu melaju kencang. Pasar tetap mencermati perkembangan suku bunga global, pergerakan imbal hasil obligasi AS, nilai tukar rupiah, serta dinamika geopolitik dan harga komoditas,” tambah Pilarmas.

Pilarmas juga menyoroti tekanan dari kebijakan The Fed terhadap Bank Indonesia dan potensi keluarnya modal asing apabila tekanan di pasar keuangan global kembali meningkat.

Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar meliputi SAFE, BSWD, BLTZ, CCSI, dan STRK. Sementara itu, saham ALKA, SOSS, FORU, GOTO, dan MAXI berada di jajaran saham dengan penurunan terbesar.

Untuk rekomendasi saham pilihan, Pilarmas merekomendasikan TPIA dengan rekomendasi beli di area support 1.725 dan resistance 1.900.

Tinggalkan komentar