IFG Konsolidasikan Asuransi dan Penjaminan Syariah untuk Perkuat Industri Keuangan

JAKARTA – Indonesia Financial Group (IFG), sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, terus mendorong proses konsolidasi dan streamlining pada perusahaan-perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN. Langkah ini merupakan inisiatif strategis pemerintah dan Danantara Indonesia yang bertujuan memperkuat struktur, kapasitas, serta daya saing industri keuangan nasional.

IFG memegang amanah untuk mengelola konsolidasi dan streamlining dalam klaster perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN. Saat ini, IFG sedang dalam tahap finalisasi kajian menyeluruh yang didampingi oleh konsultan independen. Kajian ini mencakup penentuan entitas, skema transaksi, tahapan pelaksanaan, serta memastikan pemenuhan aspek regulasi, tata kelola, dan manajemen risiko.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menjelaskan bahwa proses konsolidasi dijalankan secara hati-hati untuk menjamin bahwa struktur yang terbentuk memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan. “Kajian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap tahapan konsolidasi memiliki dasar bisnis, regulasi, tata kelola, dan pengelolaan risiko yang kuat,” ujar Denny di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Secara paralel, beberapa inisiatif konsolidasi di dalam ekosistem IFG telah memasuki tahap transaksi. Hal ini terutama terjadi pada klaster asuransi umum syariah dan penjaminan syariah. Proses ini dilakukan melalui mekanisme pemisahan dan pengalihan portofolio unit usaha syariah kepada perusahaan syariah, sesuai dengan skema transaksi dan ketentuan regulator.

Langkah ini juga sejalan dengan pemenuhan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pemisahan atau spin-off unit usaha syariah. Dengan demikian, proses konsolidasi tidak hanya menjadi bagian dari agenda strategis streamlining BUMN, tetapi juga dilaksanakan dengan mengutamakan kepatuhan regulasi, tata kelola perusahaan yang baik, dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.

Denny menegaskan bahwa konsolidasi tidak hanya bertujuan menyederhanakan jumlah entitas, melainkan untuk membentuk perusahaan dengan skala usaha, kapasitas bisnis, dan daya saing yang lebih unggul di industri. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengembangkan bisnis, memperkuat pengelolaan portofolio, serta memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada nasabah.

“Melalui konsolidasi ini, kami ingin menghadirkan entitas yang memiliki skala ekonomi dan kapasitas bisnis yang lebih kuat, mampu tumbuh lebih kompetitif, serta memberikan layanan yang semakin optimal kepada nasabah dengan tetap ditopang tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat,” jelas Denny.

Sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian, IFG juga melakukan uji tuntas atau due diligence secara komprehensif. Proses ini melibatkan konsultan independen dan mencakup aspek bisnis, keuangan, operasional, aktuaria, investasi, teknologi informasi, perpajakan, risiko, kepatuhan, dan hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan setiap proses konsolidasi.

Uji tuntas ini juga menjadi landasan untuk mengidentifikasi potensi legacy issues dari masing-masing entitas maupun portofolio yang akan dikonsolidasikan, serta menetapkan langkah mitigasi yang diperlukan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengelola potensi risiko sejak awal, sehingga tidak membebani entitas hasil konsolidasi dan tetap mendukung keberlangsungan bisnis serta pelayanan kepada nasabah.

Dalam setiap tahapan konsolidasi, IFG mengedepankan prinsip good corporate governance, prudent risk management, regulatory compliance, dan business continuity. Perhatian juga diberikan pada kepentingan pemegang polis, peserta, terjamin, penerima jaminan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya.

IFG akan terus berkoordinasi dengan Danantara Indonesia, OJK, dan para pemangku kepentingan terkait. Informasi lebih lanjut mengenai struktur, entitas, skema transaksi, dan tahapan implementasi akan disampaikan setelah seluruh proses kajian dan persetujuan yang dipersyaratkan selesai.

Tinggalkan komentar