Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V, Mohamad Toha, mengajak para guru Taman Kanak-Kanak (TK) untuk menanamkan nilai menghargai sesama manusia. Upaya ini bertujuan membangun adab yang baik kepada anak sejak usia dini.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan bersama Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) di Lorin Hotel Solo, Surakarta, pada Sabtu (27/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Mohamad Toha menekankan pentingnya pemahaman terhadap UUD NRI Tahun 1945, khususnya nilai-nilai yang berkaitan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) dan penghargaan terhadap sesama.
Menurut Toha, pemahaman mengenai HAM tidak harus selalu disampaikan melalui hal-hal yang kompleks. Bagi anak-anak, nilai tersebut dapat dikenalkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti menghormati teman, tidak menyakiti orang lain, mau berbagi, mendengarkan orang lain, dan memperlakukan setiap orang dengan baik.
“Anak-anak perlu diajarkan sejak dini bagaimana menghargai sesama. Menghormati teman, tidak menyakiti, mau berbagi, dan memiliki adab yang baik merupakan hal-hal sederhana yang sebenarnya merupakan bagian dari nilai kehidupan berbangsa,” ujar Toha.
Dia menambahkan bahwa guru TK memiliki posisi yang sangat penting karena pendidikan pada usia dini tidak hanya mengenai kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Apa yang dilihat, didengar, dan dibiasakan oleh anak dalam lingkungan pendidikan akan turut membentuk perilaku mereka di kemudian hari.
Karena itu, Toha mendorong para guru untuk menghadirkan nilai-nilai konstitusi dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami anak. Pendidikan tentang kehidupan berbangsa dapat dimulai dari pembiasaan untuk menghargai orang lain dan menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.
“Nilai-nilai kebangsaan jangan hanya menjadi hafalan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut menjadi kebiasaan dan perilaku anak sehari-hari,” jelasnya.
Toha mengingatkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan keteladanan. Guru dan orang tua menjadi contoh pertama bagi anak dalam belajar menghormati, menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut turut dihadiri anggota MPR RI Umbu Kabunang, Robert Joppy Kardinal, Putra Nababan, dan Habib Zakaria Bahasyim. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pesan mengenai pentingnya pendidikan nilai-nilai kebangsaan kepada para pendidik dan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Umbu Kabunang menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan guru dalam menanamkan nilai-nilai Empat Pilar kepada peserta didik. Robert Joppy Kardinal mendorong para ibu dan guru untuk mendidik anak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Putra Nababan mengingatkan pentingnya mendidik anak agar bijak dalam menggunakan media sosial dan ruang digital. Sedangkan Habib Zakaria Bahasyim menekankan pentingnya peran guru dan ibu dalam menjaga persatuan NKRI.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MPR RI untuk terus memasyarakatkan nilai-nilai Empat Pilar, sekaligus memperkuat peran para pendidik dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, menghargai sesama, dan memahami nilai-nilai kehidupan berbangsa sejak usia dini,” tutup Habib Zakaria Bahasyim.